Posts Tagged Malaysia

Bandar Melaka

Tan Beng Siew Clock Tower MelakaSekitar pukul 22.00 kami diantar taksi ke Terminal Bus KOMTAR di Penang. Ongkos taksi sudah termasuk kedalam tiket bus seharga 50 ringgit yang sudah kami beli di Love Lane Inn, hostel tempat kami menginap. Dari Terminal bus KOMTAR bus menuju terminal bus Sungai Nibong untuk menaikkan beberapa penumpang. Setelahnya bus meninggalkan pulau di selat Malaka itu melalui Jembatan Pulau Pinang, sebuah jembatan antar pulau terpanjang ke-6 di dunia dengan panjang total 13,5 km. Read the rest of this entry »

Leave a Comment

Penang Reclining Buddha

panca rupa as the guardian and protector of the globe

Pagi sekitar jam 8 waktu Penang kami sudah keliling George Town dengan berjalan kaki. Mulai dari kelenteng, kuil hindu, little india, kawasan kota tua, wisma kastam, sampai clan jetties atau perkampungan etnis China Penang yang dibangun diatas air laut.

Clan Jetties ini sejarahnya agak unik memang. Di abad 19 ketika pemerintah kolonial Inggris berkuasa di Penang, banyak immigran dari Cina bagian tenggara yang bekerja di sekitar pelabuhan sebagai buruh dan kuli. Alih-alih membangun rumah diatas daratan, mereka memilih membangun rumah diatas air laut yang lebih murah daripada rumah didaratan. Read the rest of this entry »

Comments (1)

Harmoni Pulau Penang

Hainan Temple Penang

Penang, seharusnya diucapkan Pineng dalam bahasa Inggris. Sementara dalam bahasa Melayu disebut Pinang atau Pulau Pinang. Dari Kuala Lumpur saya naik kereta Senandung Mutiara malam dengan sleeper berth supaya bisa tidur. Kereta berangkat dari KL Sentral jam 22.30 dan pagi hari sekitar pukul 06.00 waktu setempat kereta sudah sampai di stasiun Butterworth, pemberhentian terakhir kereta ini. Harga tiket kereta ke Penang sama dengan harga tiket kereta ke Singapura, 44 ringgit, lama perjalanannya hampir sama pula 7 – 8 jam.

Penang adalah salah satu negeri bagian yang terpisah dari semenanjung Malaya, untuk sampai di Penang harus menggunakan ferry dari Butterworth seharga 1,6 ringgit. Tak susah untuk mencapai pelabuhan dari stasiun Butterworth, karena dekat jadi bisa dengan berjalan kaki menuju jembatan penyebrangan dan sampailah di loket ferry. Read the rest of this entry »

Comments (6)

Bersenandung Sutera ke Singapura

Kereta Kuno di Tanjung Pagar

Lori Kuno di Stasiun Tanjong Pagar, Singapura

“Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui” sepenggal pepatah yang sering kita dengar disekolah dulu. Menerapkan pepatah tersebut, sekali melakukan perjalanan dua tiga negara disinggahi. Perjalanan kali ini memang berawal dari Kuala Lumpur di Malaysia, namun tak menghalangi niat saya menuju Singapura, negara kecil di ujung semenanjung Malaya.

KL Sentral

KL Sentral

Statsiun KL Sentral yang sudah terintegrasi dengan berbagai macam transportasi darat seperti Taxi, Bus, Kereta Listrik Komuter, Monorail, MRT, dan Kereta Api Antar Negara sangat memudahkan bagi penggunanya, terlebih untuk saya. Tak perlu lagi berjalan jauh untuk berganti moda transportasi yang menghubungkan berbagai kota di Malaysia dan beberapa negara tetangga seperti Thailand dan Singapura. Kecuali stasiun monorail yang masih berada tak jauh diluar gedung utama KL Sentral dan masih dalam tahap pembangunan untuk diintegrasikan dengan stasiun KL Sentral, semua sudah terhubung disatu gedung KL Sentral. KL Sentral sendiri  buat saya lebih terkesan seperti pusat perbelanjaan dengan berbagai macam kios didalamnya daripada sebuah stasiun terintegrasi. Nyaman untuk sekedar menunggu kedatangan kereta karena bersih, tak ada pedagang asongan, pengamen ataupun asap rokok. Read the rest of this entry »

Comments (13)

Dewa Murugan di Batu Caves

Dewa Murugan

Dewa Murugan

Dengan modal tiket yang saya beli 8 bulan sebelumnya, 27 April 2011 sampai juga di Low Cost Carrier Terminal Kuala Lumpur bersama 3 orang teman. Seperti biasa, penerbangan untuk tiket promosi di malam hari sehingga sampai Kuala Lumpur pun hampir tengah malam. Dengan rencana perjalanan yang sudah ada, kami menunggu pagi di Medan Selera (istilah food court di Malaysia) untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Kuala Lumpur. Di food court ini rasanya tak seperti tak seperti sedang berada di negeri orang, karena beberapa lagu yang diputar adalah lagu-lagu dari band Indonesia seperti Ungu dan Wali.

Dengan Aerobus yang ongkosnya MYR 8 dengan rute LCCT ke KL Sentral, pagi itu selama kurang lebih 45 menit kami menuju stasiun KL Sentral. Tujuan dihari pertama ini adalah Batu Caves, kuil Hindu yang didepannya ada patung raksasa Dewa Murugan yang diklaim sebagai patung Dewa Murugan tertinggi di dunia dengan tinggi 140 kaki atau setara dengan 42,7 meter. Tidak sulit untuk menuju Batu Caves, dari Stasiun KL Sentral dengan menaiki Kereta KTM Komuter MYR 1 selama kurang lebih 20 menit sudah sampai di stasiun terakhir Batu Caves tak jauh dari Kuil Hindu ini.

Read the rest of this entry »

Leave a Comment

%d bloggers like this: