Posts Tagged religion

Penang Reclining Buddha

panca rupa as the guardian and protector of the globe

Pagi sekitar jam 8 waktu Penang kami sudah keliling George Town dengan berjalan kaki. Mulai dari kelenteng, kuil hindu, little india, kawasan kota tua, wisma kastam, sampai clan jetties atau perkampungan etnis China Penang yang dibangun diatas air laut.

Clan Jetties ini sejarahnya agak unik memang. Di abad 19 ketika pemerintah kolonial Inggris berkuasa di Penang, banyak immigran dari Cina bagian tenggara yang bekerja di sekitar pelabuhan sebagai buruh dan kuli. Alih-alih membangun rumah diatas daratan, mereka memilih membangun rumah diatas air laut yang lebih murah daripada rumah didaratan. Read the rest of this entry »

Advertisements

Comments (1)

Harmoni Pulau Penang

Hainan Temple Penang

Penang, seharusnya diucapkan Pineng dalam bahasa Inggris. Sementara dalam bahasa Melayu disebut Pinang atau Pulau Pinang. Dari Kuala Lumpur saya naik kereta Senandung Mutiara malam dengan sleeper berth supaya bisa tidur. Kereta berangkat dari KL Sentral jam 22.30 dan pagi hari sekitar pukul 06.00 waktu setempat kereta sudah sampai di stasiun Butterworth, pemberhentian terakhir kereta ini. Harga tiket kereta ke Penang sama dengan harga tiket kereta ke Singapura, 44 ringgit, lama perjalanannya hampir sama pula 7 – 8 jam.

Penang adalah salah satu negeri bagian yang terpisah dari semenanjung Malaya, untuk sampai di Penang harus menggunakan ferry dari Butterworth seharga 1,6 ringgit. Tak susah untuk mencapai pelabuhan dari stasiun Butterworth, karena dekat jadi bisa dengan berjalan kaki menuju jembatan penyebrangan dan sampailah di loket ferry. Read the rest of this entry »

Comments (6)

%d bloggers like this: