Archive for Thailand

Go Show di Phuket

Wat Chalong

Wat Chalong, Phuket

Trip tanpa itinerary yang jelas ini berawal dari Kuala Lumpur. hari Rabu 27 Maret 2013 pukul 10 malam pesawat mendarat di Phuket International Airport. Malam itu pilihannya antara menginap di bandara atau Phuket Town dan belum tentu dapat penginapan karena belum booking. Read the rest of this entry »

Advertisements

Comments (3)

Mampir di Bangkok

Sanam Luang

Sanam Luang & Grand Palace

Agak susah cari hostel di sekitar Rambutri Road atau Khaosan Road. Beberapa hotel dan hostel yang saya datangi selalu saja penuh. Pukul 1 siang di Bangkok cukup terik, satu jam pula waktu saya habis untuk cari hostel. Saya agak curiga kalau ini bentuk diskriminasi terhadap orang Asia Tenggara. Karena saya pernah mengalami  hal yang sama di Kuala Lumpur saat mencari hostel di Chinatown dan di Bali saat ingin menyewa motor. Beruntungnya masih ada 1 kamar di MIni Guest House yang masih kosong, lokasinya di gang kecil agak kedalam tertutup oleh pedagang-pedagang kaos di Rambutri Road. Walau dengan fasilitas seadanya seperti kamar yang sempit dan agak panas karena hanya pakai kipas angin dan beratap seng serta kamar mandi diluar ditambah bonus gonggongan anjing si pemilik hostel. Pantas saja harganya 300 Baht untuk sebuah kamar hostel yang hanya muat untuk 2 orang. Read the rest of this entry »

Comments (3)

Reruntuhan Ayutthaya

wat yai chaimongkhol ruins

Reruntuhan Wat Yai Chaimongkhol

Jam 07.00 pagi kereta sampai di Ayuthaya. Seorang bapak tua, menawari paket keliling Ayutthaya dengan songthaewnya selama 2 jam. Bahasa Inggrisnya lumayan baik, sampai saat dia bertanya “What language did you speak? I never hear that before.” saat saya dan Shobi ngobrol dalam bahasa Indonesia. Awalnya penawaran dibuka 400 Baht, setelah nego sana-sini dapatlah harga 250 Baht. Nama Ayyuthaya diambil dari Ayodhya, nama kerajaan yang dipimpin oleh Sri Rama, tokoh dalam Ramayana. Pada tahun 1350 Raja Ramathibodi I (Uthong) mendirikan Ayyuthaya sebagai ibu kota kerajaan dan mengalahkan dinasti Kerajaan Sukhothai, yaitu 640 km ke arah utara, pada tahun 1376. Yang menarik dari Ayutthaya adalah reruntuhan bangunan Wat yang tersebar hampir di seluruh kotanya. Walau merupakan kota kecil, untuk menuju beberapa Wat tidak bisa dengan berjalan kaki karena jarak beberapa Wat yang cukup jauh. Read the rest of this entry »

Comments (1)

Kota Tua Chiang Mai

wat bupparam

Wat Bupparam

Menjelajah Chiang Mai lebih seru dengan motor. Sewanya antara 200 Baht sampai 250 Baht sehari. Hari kedua di Chiang Mai saya berkeliling kota Chiang Mai, ke pegunungan Doi Suthep, masuk mall dekat bandara untuk cari makanan halal yang ujungnya tidak ketemu, nyasar karena mencari masjid yang tidak juga ketemu (padahal ada plangnya), sampai terjebak di tengah-tengah konvoi Red Shirts (pendukung demokrasi untuk melawan pemerintahan diktator di Thailand). Seruuu..

Wat Phra That
Lebih dikenal Wat Doi Suthep daripada nama aslinya karena terletak di pegungunan Doi Suthep. Jalan menuju Wat Phra That berliku dan menanjak. Read the rest of this entry »

Leave a Comment

Tour de Chiang Rai

Tha Phae Gate

Tha Phae Gate

Sore hari sekitar jam 4 saya sampai di bandara Chiang Mai. Tanpa bekal yang cukup tentang angkutan umum di Chiang Mai, saya, Shobi, dan seorang backpacker dari China yang baru kami kenal di bandara ini, naik song thaew (angkutan merah khas Thailand) ke kota tua Chiang Mai. Angkot di Chiang Mai tidak punya rute yang pasti jadi harus bertanya lebih dulu sesuai tujuan. Dari bandara Chiang Mai saya minta diantarkan ke Mojito Guest House di sebelah barat kota tua Chiang Mai sementara si backpacker asal China turun di Pasar Chiang Mai. Read the rest of this entry »

Leave a Comment

%d bloggers like this: