Archive for Culinary

Jalan-jalan ke Banda Aceh

Masjid Raya Baiturrahman

Jumat terakhir di bulan November 2010. Tiket pesawat sudah saya pesan beberapa bulan sebelum keberangkatan, yang sudah pasti harganya lebih murah. Kali ini saya akan menghadiri undangan dari teman yang akan melangsungkan pernikahan di Banda Aceh. Pengantin laki-laki dan pengantin perempuan ini dua-duanya teman kuliah saya. Pengantin perempuan asal Aceh sementara pengantin laki-laki dari Jakarta. Berangkat dari Jakarta dengan 2 orang teman lagi, Budi dan Nanda. Sekali mendayung, dua, tiga pulau terlampaui, jadi  sambil menghadiri undangan, sekalian jalan-jalan pula.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Comments (5)

Jakarta Kota Tua

Akhirnya rencana sebulan lalu terlaksana juga. Bareng temen-temen seangkatan ke Kota Tua, Jakarta untuk melihat sisa-sisa kejayaan Jakarta tempo Dulu.

Museum Fatahillah waktu Sore

Ini baru pertama kali saya kesana, dan ternyata lokasinya tepat disamping Halte Busway Kota atau 100 m di depan Stasiun Jakarta Kota alias stasiun Beos.

Di Kawasan Kota Tua ini ada beberapa tempat yang bisa dituju diantaranya Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Fatahillah, Kantor Pos Kota, Jembatan Kota Intan dan Museum Bahari. Sayang kami sampai sana jam 3 sore jadi beberapa museum sudah tutup jadi hanya sempat masuk ke Museum Wayang.

Read the rest of this entry »

Comments (32)

Nasi Goreng campur Ikan Teri

Nasi Goren Ikan Teri ala dHarto..

Nasi Goren Ikan Teri ala dHarto..

Hari Minggu kemarin seharian dirumah nggak kemana-mana. Cuma nonton tivi yang acaranya isinya cuma jalan-jalan wisata sama makan-makan. Maklumlah, aku suka jalan-jalan, jadi seneng banget kalo ada acara jalan-jalan wisata gitu apalagi kalo ada makanan baru yang khas suatu daerah.

Sambil nonton tivi sambil makan cemilan, mulai dari peyek, kerupuk ikan, sampe apel dan markisa yang ada dikulkas.

Semakin sore makanan semakin berkurang, tapi rasanya masih pengen makan. Karena dah lama nggak masak, akhirnya aku pikir “buat nasi goreng enak kali ya!!”. Aku kasih nama nasi goreng ini “Nasi Goreng campur Ikan Teri”. Mungkin teman-teman ada yang mau buat nasi goreng, nih aku kasih resepnya untuk 1 porsi:

Read the rest of this entry »

Comments (9)

Ritual Mubeng Bētēng Satu Suro

Tadinya sih mau liat gimana situasi tahun baru hijriah di Jogja, tapi akhirnya cuma bisa duduk-duduk sambil ngobrol sama budhe, sepupu dan para tetangga. Kami ngobrol di depan warung budheku yang terletak di pinggir jalan. Sambil ngobrol, melepas penat setelah seharian kerja (kecuali aku). Disini ada yang tidak kurasakan seperti di Jakarta, kami masih bisa membaur antara yang tua dan yang muda, bercanda tertawa dan berbagi cerita.

Semakin malam semakin larut semakin banyak pula orang-orang yang berjalan kaki ke arah utara menuju kota Jogja. Kebayakan dari mereka adalah para orang tua, simbok-simbok dah mbah-mbah. Mereka masih kuat berjalan kaki ke arah kota yang kemungkinan bisa berjarak beberapa belas kilometer dari rumah mereka.

Karena hari ini adalah malam tahun baru Hijriah, atau malem satu suro menurut orang Jawa, maka banyak dari mereka yang menuju arah kota Jogja untuk merayakan tahun baru ini dengan “mubeng bētēng” atau berjalan mengelilingi benteng keraton Jogja, jumlahnya bisa 3 kali atau 7 kali putaran. Kalo 3 kali putaran, berarti “mubeng bētēng” akan selesai pada tengah malam jika dimulai pada jam 8 malam, tapi jika 7 kali putaran kemungkinan akan selesai pada pagi harinya. Acara “mubeng bētēng” ini juga diiringi dengan “mbisu” alias tidak berbicara atau mengeluarkan suara selama  mengelilingi benteng. Sayang sekali aku tidak bisa menyaksikan secara langusng bahkan mengikuti acara “mubeng beteng” ini.

Read the rest of this entry »

Comments (4)

Ketupat, Lebaran dan Opor Ayam

Setiap Hari Raya Idul Fitri pasti nggak afdhol rasanya kalau nggak ada makanan yang satu ini, “Ketupat”. Ya, Kenapa Idul Fitri atau Lebaran bagi orang Indonesia selalu identik dengan ketupat?

Mungkin makna yang melekat pada ketupatlah yang membuat penganan berbahan dasar beras dan janur ini menjadi hidangan wajib saat Lebaran. Apa saja makna ketupat hingga setiap Lebaran selalu tersaji makanan ini?

1. Ketupat terbuat dari beras yang di bungkus janur

Beras ternyata merupakan simbol dari nafsu dunia, sedangkan janur merupakan kependekan dari “jatining nur” atau bisa diartikan hati nurani. Jadi ketupat itu simbol dari nafsu dunia yang bisa ditutupi oleh hati nurani. Pesannya kurang lebih setiap manusia itu punya hawa nafsu, tetapi nafsu itu bisa dikendalikan atau dikekang oleh hati nurani.

Bentuk persegi ketupat juga diartikan masyarakat Jawa sebagai perwujudan kiblat papat limo pancer. Ada yang memaknai kiblat papat limo pancer ini sebagai keseimbangan alam: 4 arah mata angin utama, yaitu timur, selatan, barat, dan utara. Akan tetapi semua arah ini bertumpu pada satu pusat (kiblat). Bila salah satunya hilang, keseimbangan alam akan hilang. Begitu pula hendaknya manusia, dalam kehidupannya, ke arah manapun dia pergi, hendaknya jangan pernah melupakan pancer (tujuan): Tuhan yang Maha Esa. Read the rest of this entry »

Comments (13)

Semangat dari Cisarua

Jadi panitia memang melelahkan, apalagi panitia Leadership Training kayak gini. Lumayan juga ngurus sekitar 43 peserta selama 3 hari, ditambah lagi jadi Team Advance yang harus datang duluan ke lokasi (Villa Budi Luhur, Cisarua) untuk cek segala keperluan sebelum peserta sampai.

Sampai di Villa Budi Luhur, Cisarua, Kamis jam 7 malam. Laperrrr… akhirnya nyari makan di deket pasar Cisarua, jauh-jauh dari Jakarta dapetnya warteg-warteg juga 😦 tapi ada sesuatu yang wah, bakso telor burung onta.

Ini dia Bakso Telor Burung Onta

Guede banget baksonya, dan harganya lumayan juga Rp. 25.000/bakso. Dan itu kita makannya ber-6. Ini bakso kayak yang di Bates, tapi kalo yang di Bates tuh namanya Bakso Setan. Abisnya gede banget..

Read the rest of this entry »

Comments (25)

Monumen Nasional dan Jalan Sabang

Minggu, 20 Juli 2008. Sementara temen-temen blogger dari RumahBlogger.com sedang siap-siap mau berangkat ke Ragunan untuk KopDar, pagi-pagi buta aku udah berangkat ke kampus untuk ngawas Ujian STAN. Memang ini udah kali ke-3 nya Kampus di pakai buat ujian masuk STAN, dan peserta yang ikut tuh nggak tanggung-tanggung. Di kampus sendiri ada sekitar 1700an peserta, Jabotabek sekitar 21.000an peserta, dan untuk Indonesia ada lebih dari 95.000an peserta. Jumlah yang banyak dengan persaingan yang sangat ketat, karena yang diterima hanya di seputaran 2.000an peserta.

Sementara aku masih mengawas, para blogger mungkin sudah pada kumpul di Ragunan, memperkenalkan diri, ketemu teman baru, bercanda , dan ketawa-ketiwi.. 😦 . Dan akhirnya waktu yang dinantipun tiba, selesai mengawas!! terus di lanjutkan makan siang dan berangkat!! bukan ke Ragunan untuk nyusul blogger yang lagi pada KopDar tapi ke PIM 2.

Yap, tadinya sih rencananya mau ikut KopDar tapi berhubung ada acara ke MoNas yasudah akhirnya ke PIM 2. Lho?..koq ke PIM 2 sih?.. Iya, jadi gini, si Jay Arr (temen filipino) aku ajakin ke MoNas berhubung dia lagi di Jakarta karena waktu kita ke DuFan 2 minggu sebelumnya kita ngelewatin MoNas. Jadilah kita ketemuan di PIM 2, padahal sebelumnya dia udah telpon gini “Hello…Dharto would you fetch me at Kristal Hotel? because I don’t know how to go to PIM 2 and our driver isn’t come today”, “yap, OK. It’s no problem” jawabku. Tapi untungnya Roveil udah sampe Kristal Hotel dan akhirnya kita ketemuan di PIM 2 deh. Di PIM 2 udah ada Shobi, Umam, dan Tuki yang mau ikutan ke MoNas juga. Lumayan lah buat ramein karena si Ridu, Mega, Lilis, dan Ikbal yang secara kemaren bareng2 juga ke DuFan nggak bisa ikut. Ridu KopDar di Ragunan, Mega disuruh jagain rumah, Lilis mau sidang skripsi hari selasanya. Read the rest of this entry »

Comments (13)

Older Posts »
%d bloggers like this: