Archive for DKI Jakarta

Snorkeling di Pulau Pramuka

Hari Pertama

Pagi itu jam 7 pagi di dermaga Muara Angke aku dan beberapa teman sudah berada diatas perahu ojeg yang akan menuju Pulau Pramuka. Menunggu penumpang sekitar setengah jam sebelum perahu berangkat dan sepertinya ini adalah perahu yang kedua yang akan berangkat. Untuk sampai ke Muara Angke kami sewa angkot dari Terminal Grogol dengan biaya yang super murah karena disamakan dengan tarif umum (bukan tarif charter) yaitu IDR 5.000,-

Selama 2 jam 50 menit aku berada diatas perahu yang kurasa jalannya sedikit lambat, mungkin kalau di samakan dengan motor kecepatannya kurang lebih 30 km/jam. Perahu ojek umum dengan ongkos IDR 30.000 per orang dan bukan speed boat yang mungkin ongkosnya bisa ratusan ribu sekali jalan. Tips untuk menggunakan perahu, jangan duduk diatas perahu yang nggak ada atapnya, apalagi kalau jadwal berangkatnya siang. Carilah tempat yang ada terpal/atapnya, karena perjalanan di laut kurang lebih 3 jam.

Pulau Karya

Beberapa pulau dilewati, mulai dari yang paling dekat Pulau Bidadari, Pulau Untung Jawa, Pulau Rambut, dan entah pulau apalagi namanya. Sekitar jam 11 siang perahupun merapat di dermaga Pulau Pramuka, sudah banyak orang-orang dermaga itu, ada yang berjualan ada juga yang mungkin akan berangkat ke pulau tetangga yaitu pulau panggang. Di pulau ini aku merasa seperti ada di miniatur sebuah kota, karena di pulau ini sebagian besar bangunan perkantoran, dan rumah tidak sebesar di Jakarta. Ada kantor pos yang hanya sebesar kamar kos, rumah sakit umum daerah yang tidak begitu besar, dan pagar-pagar rumah pun tidak setinggi pagar rumah yang ada di Jakarta. Sampai gerobak tukang jualan keliling pun hanya setinggi lutut orang dewasa tanpa adanya penutup diatasnya, kalau di Jakarta mungkin seperti gerobak pemulung, tapi tidak setinggi itu.    Read the rest of this entry »

Advertisements

Comments (13)

Jakarta Kota Tua

Akhirnya rencana sebulan lalu terlaksana juga. Bareng temen-temen seangkatan ke Kota Tua, Jakarta untuk melihat sisa-sisa kejayaan Jakarta tempo Dulu.

Museum Fatahillah waktu Sore

Ini baru pertama kali saya kesana, dan ternyata lokasinya tepat disamping Halte Busway Kota atau 100 m di depan Stasiun Jakarta Kota alias stasiun Beos.

Di Kawasan Kota Tua ini ada beberapa tempat yang bisa dituju diantaranya Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Fatahillah, Kantor Pos Kota, Jembatan Kota Intan dan Museum Bahari. Sayang kami sampai sana jam 3 sore jadi beberapa museum sudah tutup jadi hanya sempat masuk ke Museum Wayang.

Read the rest of this entry »

Comments (32)

Monumen Nasional dan Jalan Sabang

Minggu, 20 Juli 2008. Sementara temen-temen blogger dari RumahBlogger.com sedang siap-siap mau berangkat ke Ragunan untuk KopDar, pagi-pagi buta aku udah berangkat ke kampus untuk ngawas Ujian STAN. Memang ini udah kali ke-3 nya Kampus di pakai buat ujian masuk STAN, dan peserta yang ikut tuh nggak tanggung-tanggung. Di kampus sendiri ada sekitar 1700an peserta, Jabotabek sekitar 21.000an peserta, dan untuk Indonesia ada lebih dari 95.000an peserta. Jumlah yang banyak dengan persaingan yang sangat ketat, karena yang diterima hanya di seputaran 2.000an peserta.

Sementara aku masih mengawas, para blogger mungkin sudah pada kumpul di Ragunan, memperkenalkan diri, ketemu teman baru, bercanda , dan ketawa-ketiwi.. 😦 . Dan akhirnya waktu yang dinantipun tiba, selesai mengawas!! terus di lanjutkan makan siang dan berangkat!! bukan ke Ragunan untuk nyusul blogger yang lagi pada KopDar tapi ke PIM 2.

Yap, tadinya sih rencananya mau ikut KopDar tapi berhubung ada acara ke MoNas yasudah akhirnya ke PIM 2. Lho?..koq ke PIM 2 sih?.. Iya, jadi gini, si Jay Arr (temen filipino) aku ajakin ke MoNas berhubung dia lagi di Jakarta karena waktu kita ke DuFan 2 minggu sebelumnya kita ngelewatin MoNas. Jadilah kita ketemuan di PIM 2, padahal sebelumnya dia udah telpon gini “Hello…Dharto would you fetch me at Kristal Hotel? because I don’t know how to go to PIM 2 and our driver isn’t come today”, “yap, OK. It’s no problem” jawabku. Tapi untungnya Roveil udah sampe Kristal Hotel dan akhirnya kita ketemuan di PIM 2 deh. Di PIM 2 udah ada Shobi, Umam, dan Tuki yang mau ikutan ke MoNas juga. Lumayan lah buat ramein karena si Ridu, Mega, Lilis, dan Ikbal yang secara kemaren bareng2 juga ke DuFan nggak bisa ikut. Ridu KopDar di Ragunan, Mega disuruh jagain rumah, Lilis mau sidang skripsi hari selasanya. Read the rest of this entry »

Comments (13)

DuFan!! Jalan-Jalan Dadakan..

Horeee…. Jalan-jalan lagi !!! Kali ini tujuannya DuFan. Liburan dadakan tepatnya, gimana nggak? hari Sabtu tengah malem di telpon sama Roviel ngajakin ke DuFan hari Minggu. Kurang lebih gini percakapannya:

Roviel: “Assalamu’alaikum, Darto pa kabar?”

Darto: “Wa’alaikum salam, Baik-baik aja Viel”

Roviel: “Darto, si Jay Arr kan ke Jakarta !!”

sekedar info “Jay Arr” tuh teman Filipino kami, aku kenal dia waktu ke Manila bareng Roviel, Ridu dan Mega tahun 2006 lalu.

Darto: “Arrgghh… yang bener Viel? mang udah dari kapan? trus dia lagi ada acara apa kesini? koq lo baru bilang sekarang sih ?”

pertanyaan yang bertubi-tubi buat Roviel, karena seneng banget ada teman dari jauh dateng…hehehe :d Read the rest of this entry »

Comments (8)

Wisata Bahari, Pulau Bidadari..! (bag III)

Kali ini bahasannya masih tentang Pulau Bidadari. Sedikit mengenai sejarah Pulau Bidadari dan lingkungannya.

Kawasan pulau ini memang diperuntukkan untuk resor wisata, jadi nggak ada penduduk yang tingga disana. Karena nggak begitu luas, jadi untuk mengelilingi pulau ini dengan berjalan kaki bisa menghabiskan waktu nggak lebih dari 60 menit.

Sejarah Pulau Bidadari nggak lepas dari masa kolonial Belanda. Sehingga masih terdapat bangunan peninggalan Belanda disini, yaitu Menara Martello. Pada abad ke-17 Pulau Bidadari digunakan sebagai penunjang aktifitas Pulau Onrust yang terletak di sebelah selatan. Pulau Bidadari sempat bernama Pulau Sakit, karena pernah dibagun rumah sakit lepra pada tahun 1679 yang dibangun oleh VOC. Pulau ini sempat hancur karena serangan Inggris sekitar tahun 1800 kemudian dibangun lagi oleh Belanda tahun 1803. Read the rest of this entry »

Comments (17)

Wisata Bahari, Pulau Bidadari..!! (bag II)

Sampai di Pulau Bidadari ada petugas yang menyambut terus mengantar ke lobi penerimaan tamu. Di lobi ini sudah ada penjaga yang siap membantu kita untuk mengetahui seluk beluk Pulau ini. Tiket masuk Pulau Bidadari Rp 25.000 untuk tiap orangnya. Disini di jelaskan semua mengenai Pulau, sampai peta pulau pun dikasih (panduan supaya nggak nyasar ya..)

“Peta Pulau Bidadari”

Suasana Pulau ini terasa sejuk dan indah pemandangannya karena gedung-gedung tinggi di Jakarta masih bisa kelihatan dari sini. Pantainya pun bening dan tak sekeruh pantai-pantai di Jakarta, walaupun nggak memungkinkan untuk snorkling. Read the rest of this entry »

Comments (2)

Wisata Bahari, Pulau Bidadari..!! (bag I)

Berangkat dari kampus sekitar jam 9 sampai di Tanjung Pasir jam 10. Setelah membayar tiket masuk Tanjung Pasir seharga Rp 2.500/orang kami memarkirkan motor. “Berapa pak?” tanyaku, “Tiga ribu” jawab si bapak sambil mencatat plat nomor motorku dan memberikan karcis parkir. Setelah memarkirkan motor, kami sempat bingung pulau mana yang akan kami tuju, ada 3 pilihan pulau yang di tawarkan nelayan yang menghampiri kami. “Pulaunya apa aja bang?” tanyaku dan si abang tukang perahu menjelaskan dengan detail.

  • Ada Pulau Untung Jawa, biasanya orang-orang kesitu.
  • Terus disebelahnya ada Pulau Rambut, tapi untuk masuk harus ada ijin dulu dari Pemerintah Kota Jakarta, karena pulau ini adalah cagar alam yang ditetapkan Pemerintah Kota Jakarta.
  • satu lagi pulau Bidadari, pulau ini memang tujuan wisata tapi lokasinya agak jauh sehingga biaya untuk menyebrang kesanapun lumayan.

Read the rest of this entry »

Comments (14)

Older Posts »
%d bloggers like this: