Kota Tua Chiang Mai

wat bupparam

Wat Bupparam

Menjelajah Chiang Mai lebih seru dengan motor. Sewanya antara 200 Baht sampai 250 Baht sehari. Hari kedua di Chiang Mai saya berkeliling kota Chiang Mai, ke pegunungan Doi Suthep, masuk mall dekat bandara untuk cari makanan halal yang ujungnya tidak ketemu, nyasar karena mencari masjid yang tidak juga ketemu (padahal ada plangnya), sampai terjebak di tengah-tengah konvoi Red Shirts (pendukung demokrasi untuk melawan pemerintahan diktator di Thailand). Seruuu..

Wat Phra That
Lebih dikenal Wat Doi Suthep daripada nama aslinya karena terletak di pegungunan Doi Suthep. Jalan menuju Wat Phra That berliku dan menanjak. Wat ini dibangun tahun 1383 dari beberapa legenda lokal yang cukup terkenal, salah satunya legenda Gajah Putih. Masuk ke Wat ini gratis, tetapi karena letaknya diatas bukit dan jauh dari tempat parkir jadi harus naik tangga yang di kanan kirinya ada patung naga, atau bisa naik lift (tetapi harus bayar 50 Baht seorang). Seperti kebanyakan kuil di Thailand, banyak patung Buddha di kuil ini termasuk patung Buddha dari Jamrud hijau, tapi yang menarik adalah Chedi (Stupa) Emas yang menyilaukan mata. Dari lokasi ini kita juga bisa melihat kota Chiang Mai dan bandara Chiang Mai.

Wat Phra That

Wat Phra That Golden Stupa

Bhubing Palace
Dari Wat Phra That saya lanjutkan ke Bhubing Palace di Doi Buak Ha. Istana Musim Raja Thailand ini terkenal karena kebun mawarnya yang tumbuh subur yang didukung oleh cuacanya yang sejuk. Di Bhubing Palace saya hanya melihat dari luar saja, karena masuk ke lokasi ini harus bayar dan saya tidak terlalu tertarik dengan mawar, tetapi katanya ada bunga sakura yang akan mekar antara bulan Februari hingga bulan Mei.

bhubing palace

What Bhupparam
Setelah dari Bhubbing Palace saya kembali ke kota Chiang Mai untuk beli tiket kereta api ke Bangkok di Stasiun Kereta Api Chiang Mai. Wat Bhupparam lokasinya satu jalur dengan arah stasiun kereta api, sehingga saya sempatkan untuk mampir ke Wat Bupparam untuk melihat-lihat dan mengambil beberapa foto.

Wat Chedi Luang
Wat ini letaknya persis di tengah-tengah kota tua Chiang Mai. Tak terlalu jauh dari Monumen Tiga Raja. Tidak seperti Wat Phra That yang Chedi (Stupa) nya berlapis emas, Wat Chedi Luang terbuat dari bata merah. Walaupun beberapa bagian atasnya sudah roboh, tetapi di malam-malam perayaan keagamaan seperti saat Waisak, Wat Chedi Luang ramai oleh ummat yang beribadah dan diluar Wat ada pasar malam.

Wat Chedi Luang

Wat Chedi Luang

reclining buddha wat chedi luang

Reclining Buddha di Wat Chedi Luang

Tha Phae Gate
Adalah pintu gerbang kota tua Chiang Mai sebelah timur. Terbuat dari merah Lokasi ini sangat ikonik karena salah satu dari empat pintu gerbang masuk ke kota Chiang Mai yang didirikan tahun 1296 ini masih berdiri hingga kini.

Tha Phae Gate

Tha Phae Gate

Stasiun Kereta Api Chiang Mai

Sore hari sekitar jam 17.30, kami menuju Stasiun Kereta Chiang Mai dengan angkot Songthaew. Kereta yang saya pilih adalah sleeper train. Tujuan kami ke Ayutthaya (bekas ibukota kerajaan Siam lama), harga tiketnya 726 Baht untuk tempat tidur atas. Sebenarnya tiket bisa dibeli online. Perjalanan ke Ayutthaya memakan waktu 13 jam dan dijadwalkan sampai pada jam 07.00 esok paginya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: