Posts Tagged angkutan umum

Jalan Kaki di Gedong Songo

Candi 3 Gedong Songo

Jam 7 pagi saya sudah siap melanjutkan trip Semarang saya. Nunggu bus kota disebrang SPBU Masjid Agung tempat saya numpang tidur. Pagi itu saya bareng dengan pasangan ibu bapak usianya sekitar 60 tahunan yang mau mengunjungi anak dan cucunya di Magelang. Sepertinya mereka lebih cocok saya panggil budhe dan pakdhe. Dari sebrang SPBU ini saya harus ke terminal Terboyo yang letaknya persis di samping Rumah Sakit Islam Universitas Sultan Agung. Kemudian lanjut dengan bus Sumber Waras jurusan Jogja. Dengan ongkos IDR 6.000, Semarang – Ambarawa ditempuh Read the rest of this entry »

Advertisements

Leave a Comment

Bersenandung Sutera ke Singapura

Kereta Kuno di Tanjung Pagar

Lori Kuno di Stasiun Tanjong Pagar, Singapura

“Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui” sepenggal pepatah yang sering kita dengar disekolah dulu. Menerapkan pepatah tersebut, sekali melakukan perjalanan dua tiga negara disinggahi. Perjalanan kali ini memang berawal dari Kuala Lumpur di Malaysia, namun tak menghalangi niat saya menuju Singapura, negara kecil di ujung semenanjung Malaya.

KL Sentral

KL Sentral

Statsiun KL Sentral yang sudah terintegrasi dengan berbagai macam transportasi darat seperti Taxi, Bus, Kereta Listrik Komuter, Monorail, MRT, dan Kereta Api Antar Negara sangat memudahkan bagi penggunanya, terlebih untuk saya. Tak perlu lagi berjalan jauh untuk berganti moda transportasi yang menghubungkan berbagai kota di Malaysia dan beberapa negara tetangga seperti Thailand dan Singapura. Kecuali stasiun monorail yang masih berada tak jauh diluar gedung utama KL Sentral dan masih dalam tahap pembangunan untuk diintegrasikan dengan stasiun KL Sentral, semua sudah terhubung disatu gedung KL Sentral. KL Sentral sendiri  buat saya lebih terkesan seperti pusat perbelanjaan dengan berbagai macam kios didalamnya daripada sebuah stasiun terintegrasi. Nyaman untuk sekedar menunggu kedatangan kereta karena bersih, tak ada pedagang asongan, pengamen ataupun asap rokok. Read the rest of this entry »

Comments (13)

Angkutan ke Malang

Malang, sudah lama aku ingin sekali datang ke kota ini. Banyak yang bilang Kota Malang itu sejuk dan tidak bising seperti Jakarta.

Berangkat dengan 5 orang teman dengan menumpang kereta ekonomi Matarmaja dari Stasiun Senen, Jakarta, tujuan akhir stasiun Kota Baru, Malang. Beberapa pengalaman selama perjalan adalah, hampir 19 jam duduk di kereta ekonomi yang berisik oleh lalu lalang para pedangan yang seakan tidak ada habisnya.Pagi hari ketika sampai di St. Garum, Blitar, kereta tidak bisa melanjutkan perjalanan ke St. Malang karena ada kereta lain yang anjlok. Terpaksa kami harus melanjutkan dengan angkutan umum menuju Terminal Gadang yang ditempuh dalam 2 jam dari St. Garum, Blitar.

Belum lagi ketika perjalanan pulang ke Jakarta. “Stasiun Tawang di Semarang di genangi banjir rob setinggi paha orang dewasa” desas desus beberapa penumpang. Dengan menumpang kereta yang sama dan dengan jalur yang sama pula, kami harus rela terjebak di dalam kereta selama hampir 30 jam karena kereta harus rela mengantri dengan rangkaian kereta lain untuk melewati banjir rob di St. Tawang, Semarang, “lokomotif yang narik harus gantian dengan kereta lain” kata salah seorang petugas KA ketika kereta berhenti di St. Alastuwa. Total waktu perjalanan dari Malang ke Jakarta hampir 30 jam. 1,5 kali lebih lama dibandingkan saat berangkat ke Malang.

Stasiun Alastuwa

Stasiun Alastuwa

Read the rest of this entry »

Comments (1)

%d bloggers like this: