Mau Buat Paspor? Antri !

Passport Republic of IndonesiaIni kali kedua saya membuat paspor. Buat lagi bukan karena habis halaman, tapi karena habis masa berlaku. Itupun capnya hanya dari 2 negara, Indonesia dan Filipina. Dulu waktu membuat paspor yang pertama saya tinggal datang ke kantor imigrasi, duduk, diajak ketemu pejabat kantor imigrasi, ngobrol sebentar, kemudian nunggu antrian untuk foto dan ambil sidik jari. Selesai dalam 1 hari, karena ada yang bantu mengurus. Untuk paspor yang kedua ini saya coba untuk mengurus sendiri. Mau merasakan pengalamannya dan tentu untuk menghemat pengeluaran.

Hari pertama datang ke kantor imigrasi sudah agak siang, sekitar jam 9. Ternyata jam segitu nomor antrian sudah habis. Lalu tanya petugas imigrasi, saya sudah daftar online, sudah upload berkas dan segala macemnya, kemudian saya tunjukkan hasil print nomor berkas yang sudah diupload. Eh, petugasnya bilang “disini prosedurnya masih sama seperti yang dulu mas, ngantri, pake berkas asli”. Duh, capek deh! udah ada sistem online yang memudahkan, tapi masih aja pakai sistem manual. Padahal saya baca di internet kalau kantor imigrasi Jakarta Selatan sistemnya sudah online. Tangerang..oh..Tangerang. Daripada nggak ada hasil akhirnya cuma beli formulir, map berlogo kantor imigrasi kelas 1 Tangerang, dan sampul paspor (optional).

Loket Kantor Imigrasi

Kantor Imigrasi Tangerang: Loket Pengambilan Paspor (kiri) dan Penyerahan Berkas (kanan)

Hari kedua sesuai saran dari petugas, saya datang lebih awal, jam 6:30 sudah antri di depan kantor imigrasi kelas 1 Tangerang. Ternyata sudah banyak yang antri, padahal jam buka kantor jam 8:00. Hari kedua ini menyerahkan berkas fotocopy/asli seperti KTP, Ijasah terakhir, Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, surat rekomendasi dari kantor tempat bekerja, dan paspor yang lama. Kalau status di KTP masih mahasiswa sih tak perlu surat rekomendasi. Prosesnya sebentar, sekitar jam 8:30 sudah selesai, karena cuma menyerahkan berkas.

Dua hari berikutnya, saya datang lagi. Sama paginya dengan hari kedua, untuk mengambil nomor antrian. Hari ini untuk pembayaran, pas foto, pengambilan sidik jari, dan wawancara. Dulu waktu buat paspor pertama, pengambilan sidik jari masih dengan tinta, jadi jari ditempelkan ke tinta hitam lalu di cap satu per satu ke kertas. Sekarang pengambilan sidik jari sudah pakai finger print scanner, tinggal tempelkan jari diatas mesin, selesai. Pertanyaan saat wawancara pun tak sebanyak waktu buat paspor yang pertama. Kalau dulu ditanya “Mau kemana?”, “Ngapain disana?”, “Berapa lama?”, “Sama siapa?” Bla..bla..bla. Sekarang petugasnya cuma lihat berkas terus bilang “Owh, mau ngelancong? Wisata?”, “Iya mbak :D”. Beres!  Tinggal tunggu 5 hari kerja.

Setelah 5 hari kerja saya datang lagi pagi-pagi, antri lagi, tunggu dipanggil lagi, dan terima paspor yang sudah jadi sama berkas syarat. Sebenarnya untuk pengambilan nggak perlu datang pagi, karena pagi hari justru lebih banyak orang yang mengambil paspor, menjelang siang lebih sedikit dan tak perlu antri lagi. Total biaya pembuatan paspor tanpa calo IDR 255.000 + IDR 5.000 (map) + IDR 8.000 untuk sampul (optional). Jauh beda sama biaya pembuatan paspor pertama saya dengan “jalur cepat” yang biayanya IDR 750.000, untungnya dibayarin😀

Update terakhir kali bulan Februari 2012 ini, pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Tangerang sudah bisa online. Prosesnya tinggal upload berkas-berkas yang diperlukan sebagai syarat. Hari kedua datang ke kantor Imigrasi untuk foto dan proses selanjutnya sama dengan langkah-langkah diatas. Total waktu yang diperlukan sekitar 3 hari, lebih cepat dari proses manual.

Syarat-syarat yang diperlukan untuk pembuatan paspor bisa dilihat di www.imigrasi.go.id dan ini link untuk pendaftaran online pembuatan paspor.

Halaman Passport Depan

Halaman Paspor

11 Comments »

  1. ira noer said

    Saya berencana mau jalan2 sendiri tanpa keluarga ke salah satu negara asean, tp saya sudah tidak bekerja alias ibu rumah tangga, untuk surat sponsor / rekomendasi / keterangan saya dapatkan dari mana? Terimakasih.
    ——————————————————————————————

    Sepertinya nggak perlu surat keterangan kalau memang status di KTP bukan karyawan/pegawai.
    ~ dhartodar ~

  2. maul said

    sekarang masih bisa online, saya posisi di Serpong BSD alamat kantor bikinnya dimana ya kalau TangSel?
    ——————————————————————————————————-

    Saat ini untuk membuat paspor tidak tergantung dari domisili tempat tinggal, jadi bisa buat di kantor imigrasi manapun. Untuk alamat kantor imigrasi bisa dilihat di web nya langsung. Terima Kasih.
    -dHarto-

  3. Excellent blog post. I definitely love this website.

    Continue the good work!

  4. eva said

    hi saya mau buat pasport kilat ini gimana yah hari jumat harus berangkat
    gimana yah baiknya ?

    • dharto said

      sepertinya saat ini sudah bisa buat passpor dalam 1 hari, atau cara lain menggunakan jasa calo🙂

  5. Klo begitu gak ada gunanya ya mas daftar viaOL untuk pembuatan pasport. so gimana dong..? mau ketangerang gak ada waktu..makasih tulisannya bermanfaat banget

  6. safitri said

    Dartooo knp g ngajak2..kan ak mau buattt jugaaa

  7. eh komen saya ini jangan di edit yak….😀😀😀

    • dharto said

      Tenang mas bro, komentar di blog ini nggak ada yang di edit😀

  8. Asik Jalan-Jalan lagi yak… selamat🙂

    • dharto said

      ini buat paspor awal tahun 2011 lalu. tapi jalan-jalan mah tetep kapan aja selagi bisa😛

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: