Reruntuhan Ayutthaya

wat yai chaimongkhol ruins

Reruntuhan Wat Yai Chaimongkhol

Jam 07.00 pagi kereta sampai di Ayuthaya. Seorang bapak tua, menawari paket keliling Ayutthaya dengan songthaewnya selama 2 jam. Bahasa Inggrisnya lumayan baik, sampai saat dia bertanya “What language did you speak? I never hear that before.” saat saya dan Shobi ngobrol dalam bahasa Indonesia. Awalnya penawaran dibuka 400 Baht, setelah nego sana-sini dapatlah harga 250 Baht. Nama Ayyuthaya diambil dari Ayodhya, nama kerajaan yang dipimpin oleh Sri Rama, tokoh dalam Ramayana. Pada tahun 1350 Raja Ramathibodi I (Uthong) mendirikan Ayyuthaya sebagai ibu kota kerajaan dan mengalahkan dinasti Kerajaan Sukhothai, yaitu 640 km ke arah utara, pada tahun 1376. Yang menarik dari Ayutthaya adalah reruntuhan bangunan Wat yang tersebar hampir di seluruh kotanya. Walau merupakan kota kecil, untuk menuju beberapa Wat tidak bisa dengan berjalan kaki karena jarak beberapa Wat yang cukup jauh.

reclining buddha wat yai chaimongkhol

Reclining Buddha (Wat Yai Chaimongkhol)

1. Wat Yai Chaimongkhol
Tujuan pertama Wat Yai Chaimongkhol, si pak supir bilang kalau datang sebelum jam 8 bisa masuk gratis. Tapi saat sampai, loket sudah dibuka jadi harus beli tiket masuk seharga 20 baht. Di kompleks Wat Yai Chaimongkhol ini ada patung reclining Buddha dan bangunan utama Wat berbentuk stupa besar dari bata merah. Beberapa stupa kecil disekelilingnya terlihat sebagian sudah runtuh, sementara patung-patung Buddha tampak sedang duduk bersila berslempangkan kain kuning yang diletakkan disekeliling stupa utama. Di dalam stupa utama, yang harus dinaiki melalui tangga, terlihat seorang biksu berkulit putih sedang melayani ummat yang ingin berdoa.

wat yai chaimongkhol ayutthaya

Wat Yai Chaimongkhol

wat yaichaimongkhol

2. Wat Chaiwatthanaram
Dari Wat Chaimongkhon, berlanjut ke Wat Chaiwatthanaram yang masih sepi pengunjung pagi itu. Wat berbentuk Prang ini mirip dengan Wat Angkor yang ada di Kamboja (Khmer) karena Wat yang didirikan tahun 1630 dibangun untuk memperingati kemenangan kerajaan Siam terhadap kerajaan Khmer. Saat saya datang Wat yang berada persis di tepi sungai Chao Phraya ini sedang ditutup dengan pembatan garis polisi karena sedang dalam perbaikan akibat banjir besar yang menenggelamkan bagian pondasi bangunan tua ini di tahun 2011, sehingga saya hanya bisa melihat dari bagian luar, tak heran jika tidak ada tiket masuk.

wat chaiwatthanaram ayutthaya
3. Wat Maha That
Wat yang dibangun tahun 1374 ini terkenal karena patung kepala Buddha yang terlilit akar pohon boddhi. Pada saat masa jayanya Wat ini paling disucikan karena terdapat relik sang Buddha pada Stupa Utamanya (Mahathat Chedi). Tapi saat ini stupa tersebut sudah runtuh, sementara beberapa Prang-Prang kecil terlihat berdiri miring akibat dihancurkan dan dibakar saat perang dengan Burma di tahun 1797. Tiket masuknya 50 baht untuk orang asing, sementara untuk warga Thailand hanya 10 Baht saja.

head of buddha wat maha that
Kejadian lucu di Wat ini adalah ketika saya dan turis Jepang sedang foto sambil berdiri. Tiba-tiba polisi turis mengomeli saya dalam bahasa Thai, mungkin dikiranya saya warga Thailand. Karena saya tak paham dengan maksudnya jadi saya pikir orang lain yang dia omeli, saya santai saja sampai saat dia menghampiri dan terus mengomel. Dengan santai saya bilang “I’m sorry, in English please! I’m not Thai and do not speak Thai”, si polisi langsung berganti wajah ramah dan bilang “Owh, I thought you’re Thai, because our face looks similar”. “It is forbidden to take a pic in over the Buddha’s head while standing, you should be seated or squated” lanjutnya sambil menunjuk tulisan didepan patung kepala Buddha “Please Do Not Stand Over The Buddha’s Head (It’s Insulting!). Saya baru ‘ngeh’ saat si pak polisi menunjuknya. Lagipula saya juga tidak berdiri persis didepan patungnya cuma agak kesamping, tapi si turis-turis asal Jepang itu yang persis membelakangi patung kepala Buddha.

wat maha that ayutthaya

Wat Maha That

4. Wat Lokaya Sutha
Tujuan terakhir adalah Wat Lokaya Sutha, lokasinya agak jauh di perkampungan penduduk. Sebagian besar bangunan Wat Lokaya Sutha sudah runtuh, yang tersisa hanya patung Buddha tidur menghadap ke barat yang lebih besar ukurannya dari yang ada di Wat Yai Chaimongkhol. Beberapa orang terlihat sedang melakukan doa pada altar yang menghadap patung sang Buddha.

reclining buddha wat lokaya sutha ayutthaya

Reclining Buddha (Wat Lokaya Sutha)

Karena harus menuju Bangkok hari itu juga, sekitar pukul 10.40 kami diantar ke pool travel minivan. Tetapi sebelumnya saya minta diantarkan ke warung makanan halal yang banyak terlihat berjajar sepanjang jalan menuju Wat Chaiwatthanaram untuk sarapan pagi. Rencana awal adalah naik kereta dari Stasiun Ayutthaya menuju stasiun Hualamphong di Bangkok, karena pertimbangan waktu dan harga tiket yang belum tentu jadilah kami memilih naik minivan.

Sampai di pool minivan, si pak sopir ternyata minta tambahan 70 Baht karena lebih dari 2 jam. Jadi sebaiknya jika menyewa songthaew untuk keliling Ayutthaya, tanyakan lebih dulu tambahan yang harus dibayar jika melebihi batas waktu yang telah disepakati. Tujuan terakhir minivan adalah hotel Pingklo di Bangkok, 2 jam dari Ayutthaya, ongkosnya 87 baht. Dari Pinklo saya naik bus nomor 511 (ongkosnya 11 Baht) menuju Sanam Luang (Alun-alun Grand Palace) tidak jauh dari  jembatan sungai Chao Phraya, kemudian lanjut berjalan kaki ke Khao San Road dan Rambutri Road untuk mencari hostel.

1 Comment »

  1. Keren sekali! Masukkin ke itinerary ah.. Thanks, Bang Dharto.🙂
    —————————————————————-

    Thanks bang Citra udah mampir. Kapan-kapan bisa nih mampir ke Banda Aceh lagi.
    ~ dhartodar ~

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: