Archive for Singapore

Menguji Adrenalin di Universal Studio

Globe Universal Studio SingaporeMari menjelajah Universal! Ini kali keduanya aku ‘mampir’ di Singapura, 2006 lalu untuk pertama kalinya ‘mampir’  di negeri Merlion ini. Benar-benar hanya mampir untuk transit di Changi Airport sebelum akhirnya lanjut ke Ninoy Aquino di Manila. Kali ini (28/04/11), aku berangkat dari Kuala Lumpur pukul 22.30 dengan kereta api Senandung Sutera, sampai di stasiun Tanjung Pagar Singapura pukul 8 pagi. Berbekal beberapa pertanyaan pada beberapa orang di halte bis Tanjung Pagar, perjalanan kami lanjutkan ke Chinatown dengan bis nomor 80. Ya, aku tidak sendiri, tapi dengan 2 orang teman. Tujuan hari pertama ini adalah Chinatown ini untuk check-in hostel di Backpackers Inn. Agak sedikit tersasar memang, namun masih tidak jauh dari Backpackers Inn yang berada di Mosque Street. Dipintu hostel yang bangunannya terkesan seperti ruko berlantai 3 dengan arsitektur bergaya China ini, terlihat beberapa baris tulisan yang menginformasikan kamar dan tempat tidur yang masih tersedia. MadagascarNamun setelah bertemu dengan Nica, entah si pemilik hostel atau hanya pegawai, kami urung mengambil private room yang hanya tersisa 1 kamar dikarenakan masih jam 10 pagi dan kami belum bisa check-in,  sementara jam check-in adalah jam 1 siang. Sehingga kami belum bisa menggunakan kamar untuk sekedar membersihkan diri.

Bersama 2 orang teman lainnya, kuputuskan untuk sarapan dulu di Mc.D yang telah kami lewati sebelum ke hostel. Hampir semua restoran fast food baik di Malaysia maupun Singapura, menu pagi, siang, dan sore berbeda. Pagi dan malam tak ada nasi, yang ada hanya roti, bubur kentang, dan telur mata sapi. Tak ada ayam, yang ada hanya nugget, ham, dan telur dadar. Karena tak ada pilihan lain, terpaksalah kupilih menu yang ada. Beef burger dengan telur dadar berlapis double cheese dan segelas teh panas, bukan teh hangat! Semuanya SGD 6,4 harga paling murah. Rasanya biaya hidup di Singapura 3 kali lipat mahal dari biaya hidup di Jakarta. Read the rest of this entry »

Advertisements

Comments (1)

Chinatown dan Bugis

Chinatown in SingaporeChinatown

Ke Singapura rasanya tak boleh melewatkan kawasan bersejarah yang satu ini, Chinatown atau Pecinan kalau di Indonesia. Tak sulit untuk menuju Chinatown dari stasiun Tanjong Pagar, sekali naik bis kota nomor 80 dengan ongkos SGD 1 atau jika dari Bandara Changi bisa naik MRT East West Line  turun di Outram Park kemudian lanjut dengan MRT North East Line ke Chinatown.

Chinatown ini dulunya adalah salah satu lokasi tempat tinggal para buruh kuli yang dipekerjakan untuk membangun Singapura. Para buruh kuli ini didatangkan dari China bagian selatan dengan menggunakan kapal yang penuh sesak, sesampainya di Singapura para buruh kuli ini kemudian di lelang untuk dijual kepada penawar dengan harga tertinggi. Sementara buruh yang tidak diminati akan tinggal di lingkungan-lingkungan untuk khusus buruh kuli. Mereka berbagi alas tidur dari kayu dan berdesak-desakan. Kekurangan air bersih, penyakit, kekerasan, dan kecanduan opium menjadi hal yang lumrah disini. Pagoda Street atau yang sekarang lebih dikenal dengan kawasan Chinatown ini adalah salah satu dari 12 lingkungan tempat tinggal para buruh kuli kala itu. Saat ini kawasan Chinatown ini ditetapkan menjadi salah satu lokasi warisan bersejarah di Singapura.

Read the rest of this entry »

Comments (2)

Bersenandung Sutera ke Singapura

Kereta Kuno di Tanjung Pagar

Lori Kuno di Stasiun Tanjong Pagar, Singapura

“Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui” sepenggal pepatah yang sering kita dengar disekolah dulu. Menerapkan pepatah tersebut, sekali melakukan perjalanan dua tiga negara disinggahi. Perjalanan kali ini memang berawal dari Kuala Lumpur di Malaysia, namun tak menghalangi niat saya menuju Singapura, negara kecil di ujung semenanjung Malaya.

KL Sentral

KL Sentral

Statsiun KL Sentral yang sudah terintegrasi dengan berbagai macam transportasi darat seperti Taxi, Bus, Kereta Listrik Komuter, Monorail, MRT, dan Kereta Api Antar Negara sangat memudahkan bagi penggunanya, terlebih untuk saya. Tak perlu lagi berjalan jauh untuk berganti moda transportasi yang menghubungkan berbagai kota di Malaysia dan beberapa negara tetangga seperti Thailand dan Singapura. Kecuali stasiun monorail yang masih berada tak jauh diluar gedung utama KL Sentral dan masih dalam tahap pembangunan untuk diintegrasikan dengan stasiun KL Sentral, semua sudah terhubung disatu gedung KL Sentral. KL Sentral sendiri  buat saya lebih terkesan seperti pusat perbelanjaan dengan berbagai macam kios didalamnya daripada sebuah stasiun terintegrasi. Nyaman untuk sekedar menunggu kedatangan kereta karena bersih, tak ada pedagang asongan, pengamen ataupun asap rokok. Read the rest of this entry »

Comments (13)

%d bloggers like this: