Archive for Story

Rumah Cerdas Berbudi Luhur

Foto Bersama di Candi Banyunibo

Foto Bersama di Candi Banyunibo

Ini adalah kali ketiganya kegiatan ini dilakukan. Sebelumnya Rumah Cerdas Berbudi Luhur atau RCBL dilakukan oleh mahasiswa KKN di desa Madurejo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman, Propinsi DI Yogyakarta. Tetapi kali ini, RCBL juga dilaksanakan di SMK Berbudi desa Jabung, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Leave a Comment

Sore di Banda Aceh

pantai lhok nga

Banyak tempat-tempat menarik di Banda Aceh. Beberapa diantaranya adalah pantai.

Jika ingin menghabiskan waktu di sore hari bersama teman atau keluarga tak ada salahnya ke pantai Lhok Nga. Pantai yang menjadi salah satu favorit ini dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor selama 30 menit dari pertigaan Ulee Lheue kekiri melalui Peukan Bada terus kearah barat mengikuti jalan. Read the rest of this entry »

Comments (4)

Sabang, Pulau Weh!

pemandangan kota sabang

Pagi hari saya sudah siap untuk jalan lagi keliling Sabang. Setelah sarapan buh gurih sebutan nasi uduk di aceh, dengan lauk sambal ikan, kami lanjutkan perjalanan kembali ke Kota Sabang dari Iboih masih dengan menggunakan motor lawas yang kami Sewa. Hari ini adalah hari kedua sekaligus hari terakhir kami di Pulau Weh, karena jam 4 sorenya kami harus kembali ke Banda Aceh dengan kapal cepat Pulo Rondo.

jalan menuju pantai anoi itamBiasanya dalam setiap perjalanan, saya akan mengambil rute lokasi terjauh lebih dulu. Apalagi dihari kedua ini waktu tidak cukup banyak karena harus menyediakan waktu lebih agar tidak ketinggalan kapal sore harinya untuk kembali ke Banda Aceh. Tak sampai satu jam kami sampai di Kota Sabang. Suasana kota tak begitu ramai dengan udara sejuk karena mendung dan kadang gerimis. Kami ambil rute paling jauh yaitu Pantai Anoi Itam, berada di pantai timur pulau Weh. Baca kelanjutannya »

Comments (4)

Kilometer Nol Indonesia

Monumen Kilometer Nol Indonesia

Tugu Kilometer Nol Indonesia

Pulau Weh lebih dikenal sebagai Sabang daripada namanya sendiri. Nama Weh berasal dari kata dalam Bahasa Aceh yang artinya “Pindah”. Sementara nama Sabang berasal dari kata dalam bahasa Arab “Shabag” yang artinya Gunung Meletus. Menurut cerita rakyat yang beredar, dulunya Pulau Weh menyatu dengan daratan Sumatera [atjehcyber]. Jika cuaca sedang bagus, pulau ini dapat terlihat jelas dari pantai Ulee Lheue.

Sekitar jam 8.30 pagi saya dan Budi sudah sampai di pelabuhan ferry Ulee Lheue. Dengan kapal cepat Pulo Rondo, kami akan ke pulau paling barat Indonesia. Tiketnya IDR 60.000 untuk tujuan pelabuhan Balohan (Pulau Weh) dengan waktu tempuh selama 1 jam. Jadwal keberangkatannya hanya sekali setiap hari yaitu pukul 9.30 pagi. Sampai di pelabuhan Balohan di pulau Weh ternyata tidak ada angkutan umum seperti angkutan umum di kota. Yang ada hanya beberapa mobil L-300 lusuh yang difungsikan layaknya travel dengan supir dan kernet yang sudah siaga mencari penumpang yang baru turun dari kapal. Baca kelanjutannya »

Comments (10)

Penang Reclining Buddha

panca rupa as the guardian and protector of the globe

Pagi sekitar jam 8 waktu Penang kami sudah keliling George Town dengan berjalan kaki. Mulai dari kelenteng, kuil hindu, little india, kawasan kota tua, wisma kastam, sampai clan jetties atau perkampungan etnis China Penang yang dibangun diatas air laut.

Clan Jetties ini sejarahnya agak unik memang. Di abad 19 ketika pemerintah kolonial Inggris berkuasa di Penang, banyak immigran dari Cina bagian tenggara yang bekerja di sekitar pelabuhan sebagai buruh dan kuli. Alih-alih membangun rumah diatas daratan, mereka memilih membangun rumah diatas air laut yang lebih murah daripada rumah didaratan. Read the rest of this entry »

Comments (1)

Harmoni Pulau Penang

Hainan Temple Penang

Penang, seharusnya diucapkan Pineng dalam bahasa Inggris. Sementara dalam bahasa Melayu disebut Pinang atau Pulau Pinang. Dari Kuala Lumpur saya naik kereta Senandung Mutiara malam dengan sleeper berth supaya bisa tidur. Kereta berangkat dari KL Sentral jam 22.30 dan pagi hari sekitar pukul 06.00 waktu setempat kereta sudah sampai di stasiun Butterworth, pemberhentian terakhir kereta ini. Harga tiket kereta ke Penang sama dengan harga tiket kereta ke Singapura, 44 ringgit, lama perjalanannya hampir sama pula 7 – 8 jam.

Penang adalah salah satu negeri bagian yang terpisah dari semenanjung Malaya, untuk sampai di Penang harus menggunakan ferry dari Butterworth seharga 1,6 ringgit. Tak susah untuk mencapai pelabuhan dari stasiun Butterworth, karena dekat jadi bisa dengan berjalan kaki menuju jembatan penyebrangan dan sampailah di loket ferry. Read the rest of this entry »

Comments (6)

Semarang Dalam Sehari

Kelenteng Sam Poo Kong

Sekitar jam 8.00 pagi saya turun di depan Stekom Baru sebelum pintu tol Krapyak karena bus Giri Indah yang saya naiki akan masuk tol Semarang kemudian lanjut kearah Solo. Saya pikir akan diturunkan ditengah kota. Untungnya saya turun tepat disamping halte Bus Rapid Trans nya Semarang.

Tugu Muda Semarang

Saya memutuskan naik Semarang Bus Rapid Transit, karena setelah tanya ke mbak petugas karcisnya bus ini lewat Simpang Lima dan Tugu Muda (Lawang Sewu). Di dalam bus tampak lengang, hanya beberapa anak berseragam SMA yang tampaknya mau berangkat sekolah. Mungkin karena hari itu Sabtu pekan ketiga diawal tahun 2012, dimana banyak kantor yang libur. Dengan karcis IDR 3.500, tak sampai 20 menit saya sampai di halte terdekat dari Tugu Muda, kira-kira 500 meter.

Read the rest of this entry »

Comments (6)

« Newer Posts · Older Posts »
%d bloggers like this: