Sabang, Pulau Weh!

pemandangan kota sabang

Pagi hari saya sudah siap untuk jalan lagi keliling Sabang. Setelah sarapan buh gurih sebutan nasi uduk di aceh, dengan lauk sambal ikan, kami lanjutkan perjalanan kembali ke Kota Sabang dari Iboih masih dengan menggunakan motor lawas yang kami Sewa. Hari ini adalah hari kedua sekaligus hari terakhir kami di Pulau Weh, karena jam 4 sorenya kami harus kembali ke Banda Aceh dengan kapal cepat Pulo Rondo.

jalan menuju pantai anoi itamBiasanya dalam setiap perjalanan, saya akan mengambil rute lokasi terjauh lebih dulu. Apalagi dihari kedua ini waktu tidak cukup banyak karena harus menyediakan waktu lebih agar tidak ketinggalan kapal sore harinya untuk kembali ke Banda Aceh. Tak sampai satu jam kami sampai di Kota Sabang. Suasana kota tak begitu ramai dengan udara sejuk karena mendung dan kadang gerimis. Kami ambil rute paling jauh yaitu Pantai Anoi Itam, berada di pantai timur pulau Weh. Jalan menuju pantai ini ada disepanjang pantai timur dengan pemandangan yang cukup membuat mata betah berlama – lama memandangi karena masih sangat natural seperti kebun kelapa dan rumah-rumah penduduk yang masih terbuat dari kayu. Sesekali jalanan di blokir oleh sekawanan sapi yang sedang mencari makan. Bukan satu, dua, atau tiga ekor sapi, tapi bisa belasan ekor sapi menutup jalan sehingga kami harus mengalah menunggu sapi-sapi itu lewat.

pantai-anoi-itam

Pantai Anoi Itam

Sesuai namanya Anoi Itam adalah pantai berpasir hitam. Suasan pagi ini terasa sepi, jumlah pengunjung bisa dihitung dengan jari. Beberapa gazebo semi permanen beratap rumbia terlihat kosong dan beberapa warung belum buka. Sepertinya pantai ini kurang begitu menarik para wisatawan. Mungkin karena jaraknya yang agak jauh, atau karena hari itu bukan hari libur sehingga jarang pengunjung. Padahal, seperti kebanyakan lokasi wisata di Pulau Weh, untuk masuk pantai ini tidak dipungut biaya apapun.  Tapi saya tetap senang menikmati sepinya pantai ini.

Karena pantai ini masih satu jalur dengan pantai Sumur Tiga, sekembalinya dari pantai Anoi Itam kami mampir lagi ke pantai Sumur Tiga. Sebelum akhirnya keliling kota Sabang. Suasanan kota Sabang yang saat itu mendung juga masih sepi, tak terlalu banyak orang walaupun itu dipasar. Sepertinya pulau ini sudah jarang penduduk dan tak begitu suka ke pasar. Menurut salah seorang warga setempat, saat tengah hari menjelang dzuhur seluruh toko di pasar Sabang akan tutup dan baru akan dibuka lagi sore harinya. Pantas saja jam 11 sudah mulai sepi.

danau-aneuk-laot-sabang

Danau Aneuk Laot

Tak jauh dari Sabang ada sebuah danau. Danau Aneuk Laot adalahsebuah danau air tawar terbesar di pulau ini. Pada masa kolonial Belanda, danau ini menjadi bagian penting dari pelabuhan Sabang. Banyak kapal-kapal uap yang bersandar dipelabuhan Sabang untuk mengambil persediaan air tawar di danau ini. Kawasan Danau Aneuk Laot cukup indah dipandang dari bagian atas tebing disisi jalan yang menghubungkan Balohan dengan Sabang dengan latar belakang teluk Sabang dan beberapa pulau kecil.

makam-merbabu-sabang  makam-jepang-di-sabang

makam-tionghoa-cina-di-sabang  makam-jepang-di-sabang

Keliling kota Sabang tepatnya di daerah Kota Atas ada sebuah pemakaman multi etnis bernama Pemakaman Merbabu. Di area yang dikelilingi pemukiman padat penduduk ini ada 3 komplek pemakaman peninggalan jaman penjajahan. Pemakaman Eropa (orang Belanda, Jerman, Perancis, dan Inggris), Pemakaman Jepang, dan Pemakaman Cina, dan Pemakaman Indonesia (makam putri Raja Batak, bangsawan dari Jawa, serta makam penduduk lokal). Namun sangat disayangkan kondisi beberapa pemakaman Eropa ditempat ini sepertinya kurang terawat, beberapa nisan terlihat tertutup rumput, sementara beberapa lainnnya terlihat ada bagian yang hilang maupun patah karena lilitan akan pohon maupun karena hal lainnya. Padahal situs ini salah satu cagar peninggalan sejarah di Pulau Weh. Sementara kondisi pemakaman China lebih terawat, terlihat beberapa nisan baru selesai di cat ulang dengan warna putih.

Di Kota Sabang sendiri tak banyak yang bisa dijelajahi, karena sebagian besar pantainya digunakan sebagai pelabuhan. Sementara di Pasar Kota Sabang toko-toko akan tutup saat waktu dzuhur dan baru akan buka lagi sore hari, sehingga kami agak terburu-buru ketika mencari makan siang, beberapa oleh-oleh dodol Sabang, dan suvenir kaos karena toko sudah mau tutup. Kami sempatkan juga mampir mencicipi durian Pulau Weh dipinggir jalan ketika ada pedagang durian keliling yang menggunakan mobil bak terbuka sedang menggelar dagangan.

sertifikat tugu kilometer nolTak lupa kami membuat Sertifikat Pengunjung Tugu Kilometer Nol karena memang juga sudah diniatkan. Prosesnya mudah, datang saja ke Dinas Pariwisata Kota Sabang, kemudian berikan data diri dan tentunya uang sekitar 15 ribu untuk biaya. Sekitar 1 jam kemudian, sertifikat sudah bisa diambil. Lumayan untuk kenang-kenangan bahwa pernah berkunjung ke Tugu Kilometer Nol.

Sebelum mengembalikan motor sewaan dan mengambil lagi KTP yang menjadi jaminan, kami keliling daerah teluk Sabang dekat dengan Sabang Fair. Kemudian setelahnya baru kembali ke rumah orang yang menyewakan motor ini tak jauh dari Kantor Dinas Pariwisata Kota Sabang. Saat itu sekitar jam 2 siang, kami menunggu jemputan travel dibawah rindangnya pohon asam, sambil menikmati segelah es teh yang dicampur dengan buah asam yang langsung jatuh dari pohonnya dan bersiap untuk kembali ke Banda Aceh dengan Kapal Cepat Pulo Rondo jam 4 sorenya.

4 Comments »

  1. Nurmaya said

    ayoo mbak ke sabang laagi
    banyak yg baru2 lho.
    saya asli penduduk sabang😉
    #promosi😀

  2. medanacp said

    Jadi kangen ni, pingin pulkam aja.. Komentar saya; blog ini sangat bagus untuk mengangkat wisata alam aceh-indonesia dimata dunia.. Salam sukses Blogger !

    • dharto said

      Terima Kasih sudah berkunjung ke blog ini🙂
      Salam
      -dHarto-

  3. Putri said

    Wah sayang skali mgkn wktnya kurang pas, pdhl byk tmpt cantik yg bs dinikmati di pulau weh kota sabang. Mmg klo 2hr sy rasa kurang.hehe..

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: