Murah Ternyata Nggak Mudah!

diskon tiket murahTahun 2012 ini banyak libur nasional yang berjejer dengan hari Sabtu dan Minggu, yang artinya: Libur Panjang! Di bulan Januari libur Imlek salah satunya, yang jatuh dihari Senin. Memanfaatkan libur panjang saya nge-trip ke Semarang kali ini. Trip dengan budget seminimal mungkin. Seminggu sebelumnya saya pesan tiket kereta ekonomi Tawang Jaya jurusan Jakarta – Semarang, yang ternyata sudah habis hampir 2 minggu sebelumnya, baik itu dari stasiun Tanah Abang maupun dari stasiun Ps. Senen. Akhirnya saya beli tiket kereta ekonomi tujuan Tegal seharga IDR 15.000/tiket di stasiun Ps. Senen, rencananya dari Tegal saya lanjutkan dengan bus atau kereta-kereta yang melintas antara Tegal dan Semarang. Padahal kalau langsung ke Semarang dengan kereta Tawang Jaya cuma IDR 33.500/tiket.

Pas hari H, setengah 4 sore saya sudah duduk di kereta Tegal Arum, tinggal menunggu kereta jalan, tiba-tiba seorang ibu yang duduk didepan saya heran karena tiket saya dan tiketnya nomor kursinya sama, jamnya sama, dan nomor gerbongnya pun juga sama. Setelah dicek lebih detail, ternyata tanggalnya beda. Tiket saya untuk keberangkatan hari berikutnya, 21 Januari. Sedikit agak tak percaya, saya yakinkan diri dengan melihat kalender di handphone, dan ternyata benar, hari itu Jum’at 20 Januari, bukan Jum’at 21 Januari. Aduh!! Untungnya kereta belum jalan. Turun dari kereta saya langsung refund tiket dan antri lagi untuk kereta ekonomi jurusan Ps.Senen – Semarang. Sudah lama antri, belum ada 1/4 antrian yang terlayani, tiket sudah habis. Pindahlah saya ke antrian tiket kereta bisnis, yang ternyata berujung sama dengan antrian sebelumnya. Habis!

Tak mau gagal dengan rencana trip saya kali ini, saya putuskan naik bus dari terminal Pulogadung. Niat beli tiket murah, ternyata gagal total. Di terminal Pulogadung saya dipaksa calo untuk beli tiket bus di loket resmi, tapi harganya jauh diatas harga normal. IDR 175.000 bus AC Giri Indah, padahal normalnya sekitar IDR 120.000. Percuma menawar, petugas loketnya juga sudah kerjasama dengan calo dan ternyata hampir semua penumpang di bus itu kena calo semua. Ada yang tujuan Tegal kena IDR 200.000, ada yang tujuan Madiun kena IDR 225.000, ada yang tujuan Solo kena IDR 170.000. Dengan harga tiket yang naik lebih dari 45% dari harga normal. Kasar pula tukang tiketnya, dan seenaknya mengambil penumpang di pinggir jalan. Lain kali saya nggak akan lagi naik bus dari terminal Pulogadung. Wong baru turun dari terminal bus Transjakarta langsung dipaksa beli tiket bus!

Trip saya kali ini ke Semarang, lanjut ke Ambarawa, dan terakhir Jogja. Untuk beli tiket kereta ekonomi tujuan Jogja – Jakarta saya harus telepon sepupu di Jogja seminggu sebelumnya, minta tolong carikan tiket kereta. Dan, nasibnya sama! Pemesanan tiket kereta ekonomi dan bisnis untuk keberangkatan tanggal 23 Januari sudah habis hampir 2 minggu sebelumnya. Sampai di Jogja, 23 Januari sekitar jam 7.00 pagi dengan bersepeda, saya sudah sampai di stasiun Lempuyangan. Langsung antri beli tiket untuk keberangkatan dihari yang sama sore harinya. Pikir saya daripada saya harus antri lama dan belum tentu dapat tiket, saya nitip tanya ke orang diantrian paling depan untuk tanya ke petugas loket apakah tiket untuk hari ini masih ada. Ternyata.. Habis semua untuk 2 hari berikutnya! jawaban dari petugas loket.

bus sumber alamDari stasiun Lempuyangan saya pindah ke stasiun Tugu untuk cari tiket kereta bisnis yang lebih murah dari kereta eksekutif. Ternyata sama saja, dari layar monitor yang menampilkan sisa kursi kereta-kereta tujuan Jakarta maupun Bandung untuk tanggal 23 dan 24 Januari tampilannya 0 (nol) semua. Yang artinya tak ada lagi tiket yang bisa dibeli untuk 2 tanggal tersebut. Sementara tanggal 24 sudah masuk kerja. Jadi pilihan terakhir adalah bus langganan saya, Sumber Alam, setiap kali ke Jogja saya selalu naik bus ini. Tak khawatir kena harga calo, supir ugal-ugalan, atau menaikturunkan penumpang sembarangan. Harga patas biasa IDR 90.000 untuk yang AC IDR 120.000. Tapi kalau dengan bus, perjalanan Jogja-Jakarta hampir 15,5 jam, sementara kereta api paling lama 12 jam. Trip murah kali ini nggak berjalan sesuai rencana, budget saya untuk transportasi Jakarta-Semarang dan Jogja-Jakarta yang hanya IDR 71.500 pp melonjak jadi IDR 265.000 pp, 3x lipat lebih mahal dari budget.

Kesimpulannya, untuk mendapat tiket murah ternyata nggak mudah. Harus pesan jauh hari sebelumnya. Apalagi untuk tiket kereta api sekarang ini, dimana tiket sudah dijual sejak H-40 s/d H-7 keberangkatan. Untuk pembelian tiket langsung kuotanya terbatas, kira-kira hanya 1 gerbong tiap kali keberangkatan. Jadi untuk pembelian tiket langsung siap-siap nggak dapat. Sementara bus lebih banyak pilihan, tapi dengan harga tiket 2 kali s/d 3 kali harga tiket kereta api untuk yang kelas ekonomi, dan tentunya perjalanan juga butuh waktu lebih lama. Tapi, nggak dapat tiket murah bukan berarti penghalang untuk jalan-jalan.

2 Comments »

  1. mr.nunusaku said

    Di nkri semua urusan dengan calo dan ada kerjasama dengan orang dalam, kita harus maklumi negara kita adalah negara kriminal.
    ——————————————————————————————

    Itu hanya oknum, tidak semua seperti itu. Nyatanya masih banyak orang baik di negara ini.
    ~ dhartodar ~

  2. Linda said

    Kalo dr Surabaya ke semarang tarif dan bus mana/tempat beli tiketnya jua gimana?trim’s

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: