Chinatown dan Bugis

Chinatown in SingaporeChinatown

Ke Singapura rasanya tak boleh melewatkan kawasan bersejarah yang satu ini, Chinatown atau Pecinan kalau di Indonesia. Tak sulit untuk menuju Chinatown dari stasiun Tanjong Pagar, sekali naik bis kota nomor 80 dengan ongkos SGD 1 atau jika dari Bandara Changi bisa naik MRT East West Line  turun di Outram Park kemudian lanjut dengan MRT North East Line ke Chinatown.

Chinatown ini dulunya adalah salah satu lokasi tempat tinggal para buruh kuli yang dipekerjakan untuk membangun Singapura. Para buruh kuli ini didatangkan dari China bagian selatan dengan menggunakan kapal yang penuh sesak, sesampainya di Singapura para buruh kuli ini kemudian di lelang untuk dijual kepada penawar dengan harga tertinggi. Sementara buruh yang tidak diminati akan tinggal di lingkungan-lingkungan untuk khusus buruh kuli. Mereka berbagi alas tidur dari kayu dan berdesak-desakan. Kekurangan air bersih, penyakit, kekerasan, dan kecanduan opium menjadi hal yang lumrah disini. Pagoda Street atau yang sekarang lebih dikenal dengan kawasan Chinatown ini adalah salah satu dari 12 lingkungan tempat tinggal para buruh kuli kala itu. Saat ini kawasan Chinatown ini ditetapkan menjadi salah satu lokasi warisan bersejarah di Singapura.

Gopuram of Sri Mariamman Temple    Lukisan dinding di dalam Sri Mariamman Temple

Relief pada Kubah Sri Mariamman Temple

Relief pada Kubah Kuil

Selain bangunan-bangunan bergaya tempo dulu yang sekarang lebih banyak difungsikan sebagai toko-toko sunevir dan penginapan, diujung jalan Pagoda ini terdapat kuil Hindu Sri Mariamman yang dibangun tahun 1827. Sementara diujung jalan Mosque, sekitar 50 meter dari kuil terdapat Masjid Jamae Chulia yang dibangun tahun 1826 oleh Chulias seorang tamil muslim dari Pantai Koromandel di India selatan. Kedua tempat ibadah yang pertama kali dibangun dikawasan Chinatown ini ditetapkan sebagai bangunan monumen nasional Singapura.

Masjid Jamae Chulia

Masjid Jamae Chulia

Tak perlu repot untuk mencari hostel atau penginapan di Chinatown. Banyak sekali penginapan murah ala backpacker di kawasan ini, baik di jalan Pagoda maupun di jalan Mosque. Salah satunya Backpackers Inn di jalan Mosque, shared roomnya seharga SGD 22 per orang per malam, sementara untuk private room SGD 55 yang bisa muat sampai 3 orang per malam. Mencari makanan pun tak sulit di Chinatown, mau yang halal atau yang non halal ada disini, untuk kios makanan yang halal biasanya adalah masakan Melayu dan India yang ada di samping dan di sebrang masjid Jamae Chulia.

Mosque Street

Mosque Street

Bugis

Selain Chinatown, lokasi lain yang biasanya diminati untuk membeli suvenir khas Singapura adalah Bugis. Untuk sampai ke Bugis, dari Chinatown bisa naik MRT dengan rute Chinatown – Outram Park (interchange) – Bugis. Keluar dari Bugis Junction dimana statiun MRT ada dibawahnya, lokasi pasar Bugis ada disebrangnya. Pasar Bugis ini lebih terkesan seperti pasar emperan di Blok-M sebelum dibangun Blok-M square, tapi keadaannya sangat bersih, tak ada sampah ataupun asap rokok.

Waterloo Street, Bugis

Waterloo Street, Bugis

Masih di dekat Bugis, tepatnya di jalan Waterloo, ada 2 tempat ibadah agama berbeda yang berdampingan seperti di Chinatown yaitu Kwan Im Thong Hood Cho Temple dan Sri Krishnan Temple. Rasanya kerukunan antar umat beragama di Singapura sangat terjaga, terlihat dari beberapa  rumah ibadah untuk agama berbeda yang lokasinya berdekatan.

Kuan Im Thong TempleSepanjang jalan Waterloo didepan 2 kuil ini banyak sekali tenda-tenda penjual bunga dan hio  untuk ibadah. Selain itu banyak juga praktek meramal disini, yang unik dari para peramal ini adalah media yang digunakan untuk meramal, para peramal China menggunakan kartu dan hio untuk meramal pelanggannya, sementara peramal India menggunakan kartu dan burung parkit untuk meramal pelanggannya.

2 Comments »

  1. ilhamrsd said

    Eh mas, kelebihan dan kekurangannya shared room apa saja? Thx.. Salam kenal ya..🙂
    ———————————————————————————————-

    salam kenal Ilham.
    > Kelebihan Shared Room:
    – Menghemat pengeluarang (untuk single backpacker)
    – Bisa kenal banyak teman dari bebeberapa negara yg berbeda (siapa tau bisa diajak jalan bareng).
    > Kekurangan Shared Room:
    – Kurang private (karena harus berbagi dengan orang lain yg belum/baru kenal)
    – Nggak bebas untuk ngapa2-in
    – Kamarnya sempit.

    -dHarto..!!-

  2. […] the original post here: Chinatown dan Bugis « be my self This entry was posted in Uncategorized and tagged chinatown, halal-ada, halal-atau, makanan-pun, […]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: