Eksotisme Bromo

Gunung Batok

Gunung Batok di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Masih seputar kota Malang. Hari itu sekembalinya kami dari Sendang Biru dan Pulau Sempu perjalanan akan kami lanjutkan ke Bromo. Di drop oleh mas Iwan, sopir angkot yang kami sewa, persis di depan stasiun Kota Malang sekitar pukul 20.30. Kami tidak langsung cek-in penginapan, karena perjalanan ke Bromo akan kami mulai tepat pukul 00.00. Istirahat kami ganti dengan makan malam dan duduk-duduk untuk mengisi tenaga di warung tenda persis disebrang stasiun kota Malang, sampai mobil yang kami sewa dari MalangRentCar.com menjemput.

Sekitar pukul 00.30 mobil sewaan sewaan baru sampai di depan stasiun Kota Malang. Terlambat 30 menit dari kesepakatan awal, tapi tak apalah, toh istirahat bisa kami lanjutkan di dalam mobil. Perjalanan kali ini dari Malang ke Tosari, kecamatan terdekat dengan kawah Bromo, memakan waktu sekitar 2 jam.

Gunung Bromo

Gunung Bromo (Brahma)

Jalanan ke Tosari banyak kelokan, cukup membuat pusing kepala bagi yang tidak terbiasa dengan jalanan yang banyak kelokan. Tapi dengan udara yang sangat sejuk dini hari itu, rasa pusing itu bisa terobati, ditambah lagi dengan pemandangan kelap-kelip lampu rumah penduduk Tengger di lereng gunung yang terlihat dari jalan menuju Tosari dari atas.

Mobil HardtopSampai di Tosari sekitar pukul 03.00 pagi, di Parkiran mobil sudah terlihat ramai pengunjung dan beberapa mobil hardtop yang siap disewa pengunjung. Terlihat juga beberapa penduduk Tengger yang menawarkan syal, kaos tangan, kupluk untuk menahan rasa dingin yang sangat di kawasan ini. Harga yang ditawarkan pun terbilang tidak mahal, cukup untuk melawan rasa dingin di Puncak Penanjakan.

Untuk menuju Puncak Penanjakan harus menggunakan mobil hardtop karena jalannya yang cukup menanjak. Dulu mobil biasa masih dibolehkan naik ke Puncak Penanjakan, tapi sekarang sudah tidak lagi. Dengan harga 350.000 ribu rupiah per mobil, perjalanan ke Penanjakan sekitar 20 menit. Puncak Penanjakan ini adalah tempat favorit para wisatawan untuk melihat matahari terbit dan puncak terbaik untuk melihat beberapa gunung, diantarnya Gunung Batok, Gunung Bromo, Gunung Semeru, Gunung Arjuna, dan lain-lain.

Sunrise di Puncak Penanjakan

Karena sampai di Penanjakan masih sekitar pukul 3.30 sehingga suasana masih gelap dengan udara dingin yang sangat mengigit. Jangan terjebak di Puncak Penanjakan ini, tujuan utama kesini adalah untuk melihat matahari terbit dari sebelah kiri, tetapi karena gelap banyak wisatawan yang duduk untuk melihat matahari dari balik kawah Bromo.

Wisatawan di Puncak Pananjakan pada pagi hari lebih banyak wisatawan asing banyak diantaranya pasangan juga. Sayang sekali pagi itu mendung, sehingga keindahan matahari terbit di pagi itu tertutup oleh kabut yang turun. Tapi masih sempat terlihat sebentar, walaupun kemudian tertutup lagi oleh kabut.

Puro Poten Luhur

Puro Poten Luhur dengan Latar Gunung Bromo

Dari Puncak Pananjakan, selanjutnya perjalanan menuju Lautan Pasir untuk menuju ke kawah Bromo. Jalan berkelok berbatu menurun curam menuju ke lautan pasir di kaki Bromo. Lebih ekstrim jalanan sewaktu berangkat.

Di Lautan pasir ini mobil hardtop hanya sampai di lokasi parkir, untuk menuju kawah Bromo harus berjalan kaki lagi sekitar beberapa ratus meter melewati Puro Poten Luhur, Tangga Menuju Kawah Bromopuro  suci bagi umat Hindu Tengger. Tetapi jika tidak ingin berjalan kaki, bisa juga naik kuda yang banyak disewakan dengan harga paling mahal 50 ribu rupiah. Cukup lumayan untuk mengantar sampai anak tangga menuju kawah Bromo, selanjutnya harus menaiki anak tangga sebanyak 250 buah. Dari bibir kawah Bromo dapat terlihat dengan jelas kawah Bromo yang masih mengeluarkan asap dengan bau belerang khas gunung berapi. Di kawah ini pula, pada acara ritual Kasada, persembahan berupa hasil pertanian dan ternak seperti kerbau akan dilemparkan kedalam kawah sebagai persembahan kepada Sang Hyang Widhi Wasa agar memperoleh berkah kesuburan dan perlindungan.

Gunung Bromo sendiri adalah Gunung Suci bagi umat Hindu Tengger. Setiap bulan Kasada akan di selenggarakan upacara Kasada di Kawah Gunung ini. Pada bulan Kasada juga kawasan Bromo akan ramai dikunjungi wisatawan yang akan melihat upacara Kasada.

Kiri: Gunung Bromo, Kanan: Gunung Batok

Kiri: Gunung Bromo, Kanan: Gunung Batok

Dikawasan Bromo ini juga terdapat Gunung Batok, gunung yang bentuknya mirip Puding. Banyak orang salah mengira kalau ini adalah Gunung Bromo karena pada banyak iklan-iklan wisata yang lebih ditonjolkan adalah bentuk Gunung Batok dibandingkan Gunung Bromo. Sementara Gunung Bromo sendiri bantuknya tidak terlalu teratur seperti Gunung Batok, biasanya yang lebih ditonjolkan dari Gunung Bromo adalah anak tangganya.

Dari kawah Gunung Bromo, perjalanan bisa dilanjutkan ke Lautan Pasir tempat lokasi syuting Film Pasir Berbisik-nya Christine Hakim dan padang savana. Tapi karena biaya sewa mobil Hardtop hanya sampai di Bromo, untuk mencapai kedua tempat ini harus tambah ongkos sewa mobil. Kali ini tergantung kesepakatan dengan si supir. Untuk mencapai lokasi Pasir Berbisik bisa tambah sekitar 50 ribu, sementara untuk sampai ke Padang Savana biayanya bisa sampai 150 ribu. Sekali lagi tergantung hasil tawar menawar dengan supir mobilnya.

Kebun di TenggerSekitar pukul sepuluh pagi kami menyudahi perjalanan di Bromo dan kembali ke tempat parkir Mobil di Tosari. Perjalan kami lanjutkan ke Kota Malang. Dengan melewati jalan yang sama saat berangkat. Jika pada dini hari terlihat indahnya kemerlap lampu rumah penduduk Tengger, pada pagi harinya akan terlihat pemandangan kebun-kebun sayur di lereng bukit sekitar wilayah Tengger. Mulai dari sawi, kol, daun bawang, kentang dan tanaman sayuran lain dapat dilihat pada terasiring yang tersusun rapi dengan warna-warnanya yang indah dilihat selama perjalanan meninggalkan Bromo.

5 Comments »

  1. pei said

    belum coba lewat probolinggo. tapi saya dah nyoba lewat nongko jajar… lebih berliku, tapi masih sepi.. hanya orang2 yang sudah pada tahu yang lewat nongko jajar. sayang enggak dapat sunrise. tapi sangat berkesan.. viva Indonesia! sayang banget sama negri ini.. i love bromo

  2. wah keren.. bromo..
    kemarin dl pegi ga dapat liat sunrisenya yang ketutup kabut..T_T

  3. damz said

    wah ceritanya sangat menarik & detail.. gambar2nya juga keren..
    keep writing!🙂

  4. ilhamrsd said

    artikelnya sangat bermanfaat.. apalagi saya berencana pergi ke bromo januari nanti..

  5. gunsanadi said

    klo pergi lagi mau dong to…

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: