Ujung Genteng dan Konservasi Penyu

Ujung Genteng. Tahun baru di pantai lagi. Tahun baru sebelumnya aku ke Parang Tritis dan beberapa pantai di Gunung Kidul. Dengan APV sewaan kami berangkat dari kampus jam 6.30 pagi. Perjalanan yang lumayan melelahkan. Bukan karena jaraknya yang di ujung, tetapi lebih karena jalan menuju ke Ujung Genteng yang berkelok-kelok membuat jarak tempuh dari Jakarta sampai ke Ujung Genteng butuh waktu 6-7 jam.

Hari itu Jumat, kami berhenti sejenak untuk sholat Jumat di sebuah desa kecil di Sukabumi. Ada sebuah masjid besar, untuk ukuran masjid di sebuah desa. Jamaahnya hanya 2 baris. Di belakang masjid ada beberapa bagunan madrasah. Cukup sepi, di depan masjid tampak beberapa rumah seperti tidak berpenghuni. Di jalanan tanah yang cukup dilalui 2 mobil pun tak tampak aktifitas. Hanya beberapa orang yang pergi sholat Jumat.

Air Terjun Cikaso

Jam setengah dua siang, satu jam melewati jalan setapak yang hanya mampu di lewati sebuah mobil dengan pemandangan sawah di kanan kirinya, sampailah kami di Air Terjun Cikaso. Lokasinya terpencil, tak terlihat angkutan umum yang sampai kesini, untungnya kami sewa mobil. Tak ada gapura bertuliskan selamat datang, tak ada tempat pemungutan retribusi kendaraan, tak ada suasana yang menandakan bahwa ini lokasi wisata. Jalanannya pun masih berbatu kali sebesar telur-telur ayam.

Agak kebawah dari lokasi parkir, terlihat Sungai Cikaso berwarna coklat susu. Cukup lebar. Dengan tarif retribusi IDR 2.000,- per orang dan harga sewa perahu IDR 60.000,- per perahu yang bisa muat sampai 12 orang selama 5 menit, dilanjutkan jalan kaki sekitar 50 meter, sampailah kami di Air Terjun Cikaso. Cara lain untuk menghemat bisa dengan jalan kaki menelusuri pematang sawah menyusuri pinggiran sungai di belakang tempat pemungutan retribusi. Sekitar 15 menit.

Air terjunnya coklat, jatuh dengan derasnya, karena semalam hujan lebat. Tidak setinggi Grojogan Sewu di Tawang Mangu, tapi cukup lebar. Ada tiga aliran air terjun yang hempasan airnya bisa membuat kuyup jika berlama-lama. Lokasinya masih alami, belum ada pengelolaan yang cukup baik untuk memaksimalkan potensi ini menjadi sebuah objek wisata yang mudah untuk di jangkau. Ada 2 warung kecil di sekitar lokasi air terjun meyediakan makanan ringan, air mineral, dan pop mie.

Tidak berlama-lama, kami meninggalkan air terjun menuju Ujung Genteng. Setelah makan siang, satu jam perjalanan dari lokasi air terjun sampailah kami di Pantai Ujung Genteng. Tepat jam setengah empat sore. Lagi-lagi, lokasinya sedikit terpencil, tidak terlihat adanya angkutan umum.

Pantai Ujung Genteng

Sunset di Ujung Genteng

Kami langsung menuju homestay yang sudah kami booking. “Pondok Adi”, hometay yang cukup besar menurutku, satu bagunan ada 3 pintu dan masing-masing pintu terdapat 2 kamar tidur, sebuah kamar mandi di dalam dan sebuah dapur kecil persis menghadap kamar mandi yang ada di samping ruang tamu. Perlatan memasak lengkap beserta piring dan gelas pun dipinjamkan gratis, tetapi harus ada uang jaminan dulu yang nantinya bisa diambil lagi. Lokasi penginapan tepat berhadapan langsung dengan pantai Ujung Genteng. Di depan beranda ada tirai bambu, menghalangi angin pantai yang bertiup kearah daratan jika malam tiba.

Usai berbenah dan sholat ashar, aku berjalan menyusuri pantai. Pasirnya putih, tetapi tidak sebersih pantai Siung atau Pantai Sundak di Gunung Kidul. Beberapa perahu nelayan terlihat bersandar di pantai.

Pantai Pengumbahan, Konservasi Penyu

Pantai Pangumbahan

Setelah makan malam yang kami masak sendiri, langsung kami menuju ke lokasi konservasi penyu di Pantai Pangumbahan, sekitar 5 kilometer menyusuri jalan setapak di pinggiran pantai tanpa penerangan jalan. Layaknya offroad di malam hari. Ditemani suara jangkrik yang berpadu dengan deburan ombak. Ada keluarga sapi, 6 ekor, tengah menikmati istirahatnya di tengah jalan sambil memamah.

Jika cuaca sedang baik, jalan ini tidak bermasalah. Tapi jika setelah hujan, jalan setapak ini akan cukup membuat repot pengendara motor ataupun mobil yang melintas karena sangat licin. Kebanyakan malam hari kendaraan melintas untuk menuju lokasi konsevasi penyu.

Jam 21.30 sampai di lokasi konservasi, sudah ramai orang. Disambut penjaga yang mengatakan “Ayo cepet mas. Isi buku tamu dulu, soalnya udah ada penyu yang naik”. Dengan biaya IDR 5.000 per orang untuk masuk ke lokasi tempat penyu bertelur. Dapat shift ke-3 dengan masing-masing shift ada 20 orang atau 30 orang, aku lupa. Beruntung kami malam itu, tak perlu menunggu lama untuk bisa melihat penyu yang sangat besar bertelur.

Beberapa orang bilang, butuh beberapa jam untuk menunggu sampai ada penyu yang naik. Bahkan jika sedang tidak beruntung tak satupun penyu yang naik ke pantai untuk bertelur. Belum lama melihat penyu bertelur, tapi sudah foto-foto dengan penyu, gerimis tiba. Kami memutuskan kembali ke homestay.

Keluar dari lokasi konservasi, jalanan sangat licin untuk dilalui kendaraan. Terlihat 3 mobil di depan kami ragu untuk melewati lumpur. Untungya sopir kami, Bang Gopal, cukup berpengalaman dengan offroad. Bating stir ke kiri, mendahului 3 mobil didepan. Dengan teknik zigzag-nya mobil bisa melewati lumpur, tapi dengan sedikit atraksi putaran 270 derajat di atas berlumpur. Seperti aksi di Police Academy di Ancol. “Hiiyaaaaaa…..” terdengar teriakan histeris dari beberapa teman perempuan yang duduk paling belakang. Pandanganku tetap ke depan mobil, dengan sedikit takjub, erat kupegang kursi tengah tempatku duduk. Hebat supirnya.

Bang Gopal, yang gondrong

Di sepanjang jalan menuju homestay, banyak berpapasan mobil yang menuju lokasi konservasi penyu. Keluarga sapi tadi masih ada, tapi sekarang sudah berubah posisi, berbaris, layaknya tentara yang sedang memberi hormat jenderalnya yang sedang lewat. Kejadian ini cukup membuat kami terbahak.

Amanda Ratu

Muara sungai Cikarang "Amanda Ratu"

Keesokan pagi, setelah sarapan dan packing, sekitar pukul 11 siang check out dan langsung menuju Amanda Ratu, sebelum kembali ke Jakarta. 30 menit dari Ujung Genteng. Sebenarnya Amanda Ratu sendiri adalah sebuah nama villa yang terletak diatas bukit yang langsung menghadap ke laut. Di sampingnya sebuah muara sungai Cikarang dengan sebuah delta yang dimirip-miripkan bentuknya dengan Tanah Lot di Bali. Pemandangan di sini cukup bagus untuk berfoto-foto. Tidak bisa kami menyebrang ke delta yang di latar belakangi tebing-tebing terjal dan laut lepas.

Selepas rehat sejenak di lokasi ini, berfoto-foto serta sholat dzuhur, perjalanan ke Jakarta kami lanjutkan. Sekitar jam 1 siang. Dengan rute berbeda dari rute berangkat, tapi kondisi jalan masih sama, berkelok-kelok naik-turun. Membuatku dan beberapa teman yang duduk kursi paling belakang pusing. Rasanya seperti duduk di bagian paling belakang roller coaster.

Perjalanan pulang lebih lama dari berangkat, karena mulai dari Curug sampai pintu masuk tol Ciawi padat merayap. “Selalu saja macet tiap hari Sabtu”, sudah kali ketiga aku merasakan macet di hari sabtu di jalan ini. Sehingga sampai kampus jam 10 malam. Melelahkan sekaligus pengalaman baru.

3 Comments »

  1. ryo said

    pgn juga k sana..
    thanks..

    (http://rior06.student.ipb.ac.id)

  2. azmi said

    ajjjiiipppp…. jalan2 truss ni.. ga ngajak2 lg😦

  3. Ronny said

    Cerita liburan yang sangat bagus.
    Boleh minta nomor telp villa Adi dan Villa lainnya ngak??
    Termasuk juga klo punya nomor informasi penting di sekitar itu

    Terima kasih sebelumnya.
    ——————————————————————–

    Pondok ADI
    Penginapan di Tepi Pantai Ujung Genteng – Sukabumi- Jawa Barat
    IDR 350.000 s/d IDR 400.000/pondok/malam
    @2 kamar tidur, K.Mandi, dapur + peralatan standard
    R.Tengah & teras
    booking: 0818 10 11 59

    dHarto..!!

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: