Siung dan Sundak, Pantai Pasir Putih

Sehari setelah Makam Raja Mataram dan Parang Tritis, tujuan selanjutnya adalah Gunung Kidul!! Daerah yang kata orang-orang susah banget untuk cari air. Tapi kali ini tujuannya bukan daerah yang kekurangan air, tapi daerah yang berlimpah air. Yup pantai, pastinya daerah yang berlimpah air di kabupaten yang beribukota di Wonosari.

Baru kali ini aku pergi ke pantai di Kabupaten terbesar di Jogja! Dan ada banyak pantai yang bagus di sini. Beda dengan pantai-pantai di daerah Bantul khususnya Pantai Parang Tritis yang berpasir hitam dengan gundukan daratan pasir yang cukup luas yang disebut Gumuk Pasir. Ngomong-ngomong soal Gumuk Pasir, satu-satunya di Indonesia, hanya bisa di temui di daerah Parang Tritis dan cuma ada 3 gumuk pasir di Dunia! 2 lainnya ada di benua Afrika dan Gurun Gobi, Cina. Bentuknya kalo diperhatikan mirip dengan gurun pasir.

Balik lagi ke pantai, di daerah Gunung Kidul ini karena daerahnya terkomposisi dari pegunungan kapur maka pantai-pantainya memiliki tebing-tebing yang terjal dan curam dengan pasir putihnya dan berair jernih.  Jadi nggak ragu lagi untuk liat gimana sih indahnya pantai di sini.

Ada beberapa pantai yang bisa dikunjungi di sini, diantaranya Baron, Krakal, Kukup, Sundak, Siung, Wediombo, dan masih ada beberapa lainnya. Perjalanan dengan menggunakan sepeda motor ditempuh kurang lebih dalam waktu 1 setengah jam dari pusat kota Jogja.

Selama perjalanan kita akan melewati pegunungan kidul yang jalannya berkelok-kelok naik turun dan pertama kali masuk pegunungan kidul yang jalannya menanjak kita dapat menikmati pemandangan kota Jogja dengan gunung Merapinya dari atas. Disepanjang jalan kita juga dapat melihat hutan-hutan rakyat dengan pohon jatinya, jagung dan sono keling yang di tanam diatas tanah tandus pengungan kapur.

Jujukan pertama adalah Pantai Siung. Suasana pantai ini nggak begitu ramai, mungkin karena udah jam setengah tiga sore. Pantainya masih bersih pasirnya putih airnya jernih dah dikelilingi tebing karang yang terjal tapi tidak seluas Parang Tritis. Pantai ini disebut Siung (Taring) karena ada satu karang ditengah pantai yang bentuknya mirip gigi taring.

Pantai Siung dengan Karang Siung nya

Pantai Siung dengan Karang "Siung" nya

Setelah puas menikmati keindahan Pantai Siung dan Sholat Ashar di Mushola yang terletak di belakang kios-kios pelataran parkir, kami menuju jujukan kedua, Pantai Sundak, yang sudah kami lewati sebelum sampai di Pantai Siung ini. Dalam perjalanan ke Pantai Sundak ada satu bagian jalan yang cukup unik, jalan raya di pinggiran pantai yang ditumbuhi pohon cemara gunung di sisi-sisinya, sehingga kita bisa melihat deburan ombak laut selatan yang menawan.

Pantai berpasir putih Sundak

Pantai berpasir putih "Sundak"

Tiba di Pantai Sundak yang berjarak kurang lebih 1o km dari Pantai Siung, 2 Sepupu perempuanku menuju Masjid yang terletak di dekat parkir wisata, sementara aku, Bowo, dan Aji langsung menuju pantai. Sekedar informasi, kami ke Pantai ini hanya berlima (Aku, Tanti, Ayu, Bowo, dan Aji) dengan menggunakan 3 motor. Di Pantai ini keadaan alamnya kurang lebih masih sama dengan Pantai Siung. Pantai berpasir putih berair jernih dengan pemandangan pulau karang ditengah laut. Karena terhalang karang jadi deburan ombak pun nggak sedahsyat Pantai Parang Tritis.

Disini aku dapat menikmati betapa segarnya berenang di pantai yang berair jernih. Puas kami bermain air sampai matahari terbenam. Untuk berbilas kita bisa menggunakan kamar mandi yang dikelola warga sekitar, dengan hanya membayar 2000 rupiah saja. Hanya yang susah kita dapat disini adalah aliran listrik. Karena nggak adanya aliran listrik yang masuk, sepertinya listrik udah masuk tapi itu hanya pada hari tertentu saja.

Perjalanan pulang melalui Ibukota Kabupaten, Wonosari. Masih dengan kondisi yang sama jalanan yang berkelok-kelok naik turun tapi ditambah dengan jalanan yang gelap gulita karena sepanjang jalan penerangan hanya dari lampu 3 motor ini diringi gerimis yang terus turun. Sampai di tikungan Irung Petruk, Pathuk, kami berhenti sebentar untuk menikmati keindahan kota Jogja dari atas tebing terjal ini, kelap-kelip lampu kota terlihat dari sini, jalan Wonosari, jalan Solo juga terlihat dari sini. Biasanya tempat ini sering dipakai warga untuk  merayakan tahun baru, karena atraksi kembang api akan mudah sekali terlihat dan dinikmati disini.

Informasi biaya seorang: Motor (Bensin 3 liter) 15 ribu, Retribusi masuk 2 pantai 5 ribu, makan 8 ribu.

12 Comments »

  1. Pak Sholeh said

    pantai memang OK, tapi akses jalan menuju kesana, dengan naik mobil atau bus akan sedikit MENGGEH-MENGGEH, karena jalannya yang naik turun dan berkelok-kelok. untuk pantai wedi ombo. kalau cari makanan masih agak sulit. karena yang jualan cuma dikit. jangan lupa bawa bekal sendiri kalau mau main ke pantai tersebut
    ——————————————————————————————————–

    Betul Pak, sepertinya potensi wisata pantai di Gunung Kidul belum dikelola secara optimal oleh pemerintah setempat. Padahal jika dikelola dengan baik dapat meningkatkan standar hidup masyarakat setempat😀

    -dHarto..!!-

  2. inot said

    Hemmmmm…besok gw brngkat ksna, mumpung di jogja ney…ada penginapan ga yah???

    • dHarto..!! said

      di sundak ada penginapan yang murah..mulai dari 40 ribuan kalo nggak salah informasi kemanen..
      aku juga besok kalo pulang ke Jogja lagi mau ada rencana nginep di Sundak

      • kawan minta nom yg dapat dihubungi,rencana mau nginap di pantai sundak atau siung!makasih kawan

      • dharto said

        maaf, saya nggak punya nomor telepon penduduk lokal, karena waktu itu saya nggak nginap disana🙂

  3. gemboel14 said

    jelas beda ma parangtritis…
    kan disana belom banyak pengunjung..jadi masih asri…
    n masih terjaga!!

  4. akh…abang….

    ntar2 kayaknya klo mo k jogja harus tanya abang duru deh

    kemaren ngak d plan sie, cma k parang tritis, prambanan, sama malioboro
    ————————————————————

    wah, Angga harusnya konsultasi dulu sebelum kesana :p , memang jujukan utama di Jogja itu pasti Malioboro, Kraton, Parang Tritis, dan Prambanan.
    Oya, Jangan lupakan juga wisata kulinernya, banyak makanan yang unik juga lho..!!
    mulai dari Sate Gajih, Sate Jaran, Sate Keong, Sate Kelinci, Bakmi Godok, Lotek, Gudeg, Sambel Krecek, Limun Sarsaparilla yang semakin langka..banyak deh..
    -dHarto..!!-

  5. fara said

    oceh, ayo den.. susul mereka..😀

  6. deni said

    Woah……
    mau bang …. ikut:D

  7. gunsanadi said

    may

  8. vini said

    So ,.

    Kapan ke jogja lagi niy ?

    ikuuuuuuuutttttttttttt

  9. gunsanadi said

    enak banget perjalanan satu jam, gw dulu sampe ketiduran, bangun, ketiduran, bangun, ketiduran lagi bangun lagi gak sampe2 ke baron dari UGM naik angkot yang cuman ada satu dalam satu hari.
    dah gitu kemping, tidur ditemenin anjing liar + ga ada lampu listrik + Menggigil kedinginan. Dah gitu pulang jalan kaki dari baron sampe jalanan yang dilewatin angkutan umum yang kurang lebih jaraknya 15 Km.
    *Mendadak Kemping :P*
    ————————————————————-

    selamet ya..semoga jadi pengalaman indah yang sulit terlupa..!!
    -dHarto..!!-

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: