Ritual Mubeng Bētēng Satu Suro

Tadinya sih mau liat gimana situasi tahun baru hijriah di Jogja, tapi akhirnya cuma bisa duduk-duduk sambil ngobrol sama budhe, sepupu dan para tetangga. Kami ngobrol di depan warung budheku yang terletak di pinggir jalan. Sambil ngobrol, melepas penat setelah seharian kerja (kecuali aku). Disini ada yang tidak kurasakan seperti di Jakarta, kami masih bisa membaur antara yang tua dan yang muda, bercanda tertawa dan berbagi cerita.

Semakin malam semakin larut semakin banyak pula orang-orang yang berjalan kaki ke arah utara menuju kota Jogja. Kebayakan dari mereka adalah para orang tua, simbok-simbok dah mbah-mbah. Mereka masih kuat berjalan kaki ke arah kota yang kemungkinan bisa berjarak beberapa belas kilometer dari rumah mereka.

Karena hari ini adalah malam tahun baru Hijriah, atau malem satu suro menurut orang Jawa, maka banyak dari mereka yang menuju arah kota Jogja untuk merayakan tahun baru ini dengan “mubeng bētēng” atau berjalan mengelilingi benteng keraton Jogja, jumlahnya bisa 3 kali atau 7 kali putaran. Kalo 3 kali putaran, berarti “mubeng bētēng” akan selesai pada tengah malam jika dimulai pada jam 8 malam, tapi jika 7 kali putaran kemungkinan akan selesai pada pagi harinya. Acara “mubeng bētēng” ini juga diiringi dengan “mbisu” alias tidak berbicara atau mengeluarkan suara selama  mengelilingi benteng. Sayang sekali aku tidak bisa menyaksikan secara langusng bahkan mengikuti acara “mubeng beteng” ini.

Paginya, 1 Suro/Muharram, aku dan sepupuku dengan menggunakan motor menuju arah selatan. Kami menuju makam Raja-Raja Mataram yang terletak diatas bukit di daerah Imogiri, Bantul. Tujuan kami Kompleks pemakaman Raja-Raja Mataram. Untuk bisa mencapai pintu masuk makam kami harus menaiki 483 anak tangga, kira-kira setara dengan menaiki gedung berlantai 7.  Lumayan menguras tenaga, itu aja yang nggak bawa apa-apa, bisa dibayangkan betapa beratnya beban orang-orang yang membawa keranda berisi jenazah raja untuk dimakamkan diatas bukit yang setara dengan 7 lantai tersebut..

Wedang Uwuh = Minuman Sampah

“Pajimatan Girirejo”

Untuk yang satu ini aku juga nggak bisa masuk ke dalam kompleks pemakaman, kami hanya bisa sampai pintu gerbangnya saja. Karena untuk masuk ke dalam peziarah harus menggunakan baju adat Jawa lengkap. Tetapi pihak pengelola makam (abdi dalem) sudah menyediakan baju adat Jawa untuk disewakan.

Akhirnya kami hanya bisa duduk-duduk sambil di gazebo yang ada disana sambil menunggu sepupuku yang satu lagi bangun dari ketidaksadarannya karena kecape’an naik tangga. Untungnya ada bapak Daldiri, salah satu abdi dalem yang juga merupakan juru kunci dari makam Raja-Raja Kasunanan Surakarta. Banyak obrolan yang bermanfaat dari beliau, wejangan dan nasihat.

Turun dari makam Raja-Raja Mataram, melalui pintu sebelah barat, ada juga kompleks pemakaman lain. Yang ini adalah Kompleks Makam seniman. Pelataran Kompleks pemakaman ini banyak dikunjungi jika pagi atau sore tiba. Atau pada bulan puasa biasanya untuk ngabuburit.

Mengisi energi dulu sebelum berangkat ke tujuan selanjutnya..

“Wedang Uwuh = Minuman Sampah”

Ada Pecel dan Wedang Uwuh khas Imogiri di sekitar parkir wisata. Wedang Uwuh , namanya emang agak janggal karena dalam bahasa Indonesia artinya Minuman Sampah, tapi rasanya lumayan enak. Bagus untuk kesehatan. Seperti halnya Wedang Jahe, Wedang Uwuh ini komposisinya ada Jahe, Kayu Secang, Tangkai Cengkeh, Daun Pala, Daun Cengkeh dan Daun Manis Jangan, supaya manis ditambahkan Gula Batu.

Udah Kenyang nih..

Parang Tritis)

“Paris (baca: Parang Tritis)”

Tujuan selanjutnya Paris (Pantai Parang Tritis) tapi karena sampai pantai pas lagi azan dzuhur, jadilah matahari waktu itu benar-benar menyengat kulit. Tapi untungnya cuma sebentar. Banyak pengunjungnya juga yang menghabiskan liburan di pantai. Nggak jauh dari pintu masuk pantai Parang Tritis ada pemandian air panas Parang Wedang. Jadilah kami mampir ke Parang Wedang, karena aku mau mandi dulu..Jam 1 siang panas-panas mandi air panas yang suhunya bisa sampai 50an derajat, wuuhh..lumayan.. Karena air panas alamai dalam jumlah yang cukup biasanya mengandung mineral yang berguna bagi tubuh manusia, mulai dari menghilangkan letih dan penat sampai membunuh kuman penyakit.

Selesai mandi langsung pulang kerumah deh untuk melanjutkan tidur.. dan sampai ketemu di tujuan selanjutnya ya!!!

4 Comments »

  1. tanti said

    wach………………ternyata foto ku kau pampang……
    sorry yo…..liburan kemaren ga’ masimal ajak kamu berlibur nya….
    bsok lagi maen joga….,bilang ja pengen maen kemana ya…..
    ku siap jadi tour leadermu/ guade dadakan mu….ok…

  2. Salam kenal..

  3. cutfarathamrin said

    hwakakwakwawakwakwakwakakak….. =))
    dasar dartok… emang udah pernah nyobain itu ya????!!!enak ya???!!!! :O
    *ngakak cuma liat komen pini, walo blum baca postingannya😛

  4. vini said

    Minuman Sampah, tapi rasanya lumayan enak

    di paragrap ke 9
    duch darto, kayaknya kurang hurup ‘p’ ya. Jadi rancu gw.
    baru tau kalo tai itu rasanya enak,. lo emang nyobain ??

    *hadoh*
    ———————————————————————-

    dah di ubah
    thanks
    -dHarto..!!-

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: