February 28, 2009 at 9:19 am
· Filed under Blog Competition, Event, Info, Others
Setelah pendaftaran dan pengiriman artikel BBC (Bugiakso Blog Competition) ditutup, 20 Februari 2009 lalu seluruh peserta yang terdaftar diminta untuk mengirimkan alamat rumah untuk pengiriman merchandise dari pihak panitia. Dalam postingan di Bugiakso.com peserta diminta untuk mengirim alamat rumah terakhir tanggal 20 Februari 2009. Pas sekali hari terakhir aku mengirimkan alamat rumahku ke email panitia.
Tadi malam (27/02) aku mendapat kiriman bungkusan mencurigakan seperti ini:

Setelah dibuka ternyata isinya bom kaos “aku untuk negeriku” dari tim BBC. Read the rest of this entry »
Permalink
February 23, 2009 at 8:24 am
· Filed under Article, Culinary, Daily, Info

Nasi Goren Ikan Teri ala dHarto..
Hari Minggu kemarin seharian dirumah nggak kemana-mana. Cuma nonton tivi yang acaranya isinya cuma jalan-jalan wisata sama makan-makan. Maklumlah, aku suka jalan-jalan, jadi seneng banget kalo ada acara jalan-jalan wisata gitu apalagi kalo ada makanan baru yang khas suatu daerah.
Sambil nonton tivi sambil makan cemilan, mulai dari peyek, kerupuk ikan, sampe apel dan markisa yang ada dikulkas.
Semakin sore makanan semakin berkurang, tapi rasanya masih pengen makan. Karena dah lama nggak masak, akhirnya aku pikir “buat nasi goreng enak kali ya!!”. Aku kasih nama nasi goreng ini “Nasi Goreng campur Ikan Teri”. Mungkin teman-teman ada yang mau buat nasi goreng, nih aku kasih resepnya untuk 1 porsi:
Read the rest of this entry »
Permalink
January 28, 2009 at 3:17 am
· Filed under Event, Info, Science, Story

Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009 (sumber: http://epaper.kompas.com/)
Senin 26 Januari 2009 bertepatan dengan Imlek 2560 kemaren terjadi Gerhana Matahari Cincin. Awalnya lihat berita jalan di tv, tapi aku sedikit sanksi akan bisa menyaksikan fenomena alam ini karena hari itu mendung pekat menggelayut terus di langit Karang Tengah. Beruntung jam 16.46 pas puncak gerhana langit sedikit cerah dengan awan-awan tipis.

Wilayah yang dilewati Gerhana Matahari (26/01)
Dengan menggunakan dua lapis Negatif Film aku, ibu dan beberapa tetangga mengamati fenomena langka ini dari depan rumah. Memang fenomena Gerhana Matahari Cincin ini jarang sekali terjadi, sementara Gerhana Matahari biasa bisa terjadi dua sampai lima kali dalam setahun. Terakhir kali aku melihat fenomena alam ini sewaktu kelas satu SMP. Waktu itu sekitar jam 9 pagi beberapa siswa dan guru mengamati Gerhana Matahari Sebagian.
Berikut beberapa Gerhana Matahari yang akan terjadi beberapa tahun ke depan: Read the rest of this entry »
Permalink
January 18, 2009 at 7:26 am
· Filed under Event, Story, Traveling ·Tagged Jogja, Pantai, Wisata
Sehari setelah Makam Raja Mataram dan Parang Tritis, tujuan selanjutnya adalah Gunung Kidul!! Daerah yang kata orang-orang susah banget untuk cari air. Tapi kali ini tujuannya bukan daerah yang kekurangan air, tapi daerah yang berlimpah air. Yup pantai, pastinya daerah yang berlimpah air di kabupaten yang beribukota di Wonosari.

Baru kali ini aku pergi ke pantai di Kabupaten terbesar di Jogja! Dan ada banyak pantai yang bagus di sini. Beda dengan pantai-pantai di daerah Bantul khususnya Pantai Parang Tritis yang berpasir hitam dengan gundukan daratan pasir yang cukup luas yang disebut Gumuk Pasir. Ngomong-ngomong soal Gumuk Pasir, satu-satunya di Indonesia, hanya bisa di temui di daerah Parang Tritis dan cuma ada 3 gumuk pasir di Dunia! 2 lainnya ada di benua Afrika dan Gurun Gobi, Cina. Bentuknya kalo diperhatikan mirip dengan gurun pasir.
Read the rest of this entry »
Permalink
January 15, 2009 at 3:27 am
· Filed under Culinary, Story, Traveling ·Tagged Jogja, Makam Raja, Parang Tritis, Tahun Baru
Tadinya sih mau liat gimana situasi tahun baru hijriah di Jogja, tapi akhirnya cuma bisa duduk-duduk sambil ngobrol sama budhe, sepupu dan para tetangga. Kami ngobrol di depan warung budheku yang terletak di pinggir jalan. Sambil ngobrol, melepas penat setelah seharian kerja (kecuali aku). Disini ada yang tidak kurasakan seperti di Jakarta, kami masih bisa membaur antara yang tua dan yang muda, bercanda tertawa dan berbagi cerita.
Semakin malam semakin larut semakin banyak pula orang-orang yang berjalan kaki ke arah utara menuju kota Jogja. Kebayakan dari mereka adalah para orang tua, simbok-simbok dah mbah-mbah. Mereka masih kuat berjalan kaki ke arah kota yang kemungkinan bisa berjarak beberapa belas kilometer dari rumah mereka.

Karena hari ini adalah malam tahun baru Hijriah, atau malem satu suro menurut orang Jawa, maka banyak dari mereka yang menuju arah kota Jogja untuk merayakan tahun baru ini dengan “mubeng bētēng” atau berjalan mengelilingi benteng keraton Jogja, jumlahnya bisa 3 kali atau 7 kali putaran. Kalo 3 kali putaran, berarti “mubeng bētēng” akan selesai pada tengah malam jika dimulai pada jam 8 malam, tapi jika 7 kali putaran kemungkinan akan selesai pada pagi harinya. Acara “mubeng bētēng” ini juga diiringi dengan “mbisu” alias tidak berbicara atau mengeluarkan suara selama mengelilingi benteng. Sayang sekali aku tidak bisa menyaksikan secara langusng bahkan mengikuti acara “mubeng beteng” ini.
Read the rest of this entry »
Permalink
January 6, 2009 at 2:48 am
· Filed under Story, Traveling ·Tagged Cetho, Jogja, Sukuh, Tawang Mangu
Liburan kali ini keliling Jawa Tengah, tapi lebih banyak menjelajah Jogja sih. Selama liburan panjang akhir tahun 2008 ini aku sama bapak pulang ke Jogja. Hari pertama mengunjungi rumah om di Ngargoyoso, Karang Anyar kaki gunung Lawu, yang udah nggak ketemu hampir 13 tahun lamanya, paling juga kalo ngobrol cuma lewat telepon. Perjalanan dari Jogja ke Karang Anyar ditempuh hampir selama 4 jam dengan menggunakan bis kota. Sebenarnya rute ke sana hampir sama dengan rute ke arah obyek wisata Tawang Mangu. Ini dia rutenya: dari terminal Giwangan Jogja naik bis Jogja – Solo turun di terminal Tirtonadi Solo, terus naik bis Solo – Tawang Mangu turun di terminal Karang Pandan, Karang Anyar dan terakhir naik bis dari Karang Pandan – Kemuning.

“Sepi banget, padahal jam 12 siang nih!”
Namanya juga di kaki gunung, otomatis udaranya lumayan dingin dan suasananya juga masih asri. Didepan rumah om masih ada perkebunan teh yang baru dipangkas pucuk-pucuk daunnya, ada juga perkebunan daun bawang, wortel, kubis, udah kayak di Puncak Bogor. Air juga tinggal ngalirin dari Ada juga pabrik tehnya lebih keatas lagi, tapi sayang nggak sempat mampir ke Tawang Mangu dan pabrik teh tempat si om kerja untuk lihat cara memproduksi teh gara-gara hujan terus disana.

“Masih asri lingkungannya..”
Read the rest of this entry »
Permalink
« Newer Posts ·
Older Posts »