Bukit Kerang Prasejarah

Hari itu Selasa 28 Oktober 2010. Perjalanan hari keduaku di Pulau Bintan. Hari ini kami akan menuju ke Bukit Kerang. Visualisasiku ketika mendengar kata bukit kerang adalah bukit yang tinggi dan berbentuk seperti kerang. Nyatanya visualisasiku ini salah, bukit ini berupa tumpukan cangkang kerang yang sangat banyak dengan tinggi sekitar 12 meter dengan diameter dengan ukurang yang hampir sama.

Jalan Menuju Bukit KerangBukit kerang ini berada di desa Kawal Darat, Bintan, Kepulauan Riau. Lokasinya tepat berada tengah kebun kelapa yang dikelilingi perkebunan sawit milik PT. Tirta Madu. Tak banyak orang setempat tahu bahkan mengenal lokasi bukit kerang ini apalagi orang dari luar pulau Bintan. Ini disebabkan karena tidak adanya petunjuk jalan yang menunjukkan lokasi situs ini. Ditambah lagi situs ini jauh dari jalan utama dan untuk mencapai situs ini pun harus masuk ke perkebunan sawit yang jalannya masih tanah kadang tergenang air. Tampak di sekeliling situs prasejarah ini dipagari kawat berduri yang dibuat oleh Dinas Pariwisata daerah setempat dan diluarnya terdapat papan keterangan yang menjelaskan tentang Bukit Kerang ini.

Karena jarang orang yang mengetahui lokasinya, situs prasejarah ini tampak kurang terawat ditambah lagi Dinas Pariwisata setempat yang kurang memperhatikan situs ini. Cangkang Kerang di Bukit KerangMenurut keterangan pada papan yang dipasang di sisi bukit, cangkang-cangkang kerang tersebut adalah tumpukan sampah dapur masyarakat purba sekitar 3000 tahun lalu. Kalau sekarang mungkin bisa disebut sebagai tempat sampah. Komponen utama dari materi pembentuk bukit kerang ini adalah cangkang-cangkang kerang yang sering ditemui saat ini. Situs ini telah dilindungi Undang-Undang sebagai benda cagar budaya yang harus dilestarikan. Menurut penuturan Pak Masrukin, warga setempat yang mengantarkan kami ke bukit ini, sudah ada rencana dari Dinas Pariwisata pemerintah setempat untuk mengembangkan situs ini menjadi salah satu tujuan wisata.

Ada cerita yang unik di Bukit Kerang, menurut pak Masrukin. Belum lama ini ada proses penggalian Bukit Kerang oleh beberapa orang oknum yang tidak bertanggung jawab karena mengira di dasar bukit ini tersimpan harta karun peninggalan Jepang. Tapi  baru menggali lubang sebesar pintu rumah dan sedalam kurang lebih 2 meter, orang yang menggali tersebut sakit dan akhirnya meninggal dunia. Sehingga proses penggalian tidak dilanjutkan dan sekarang bekas penggalian tersebut terlihat seperti pintu masuk bunker maut di lereng Gunung Merapi.

Menurut LIPI situs prasejarah seperti ini jarang ditemukan, di Indonesia hanya ada tiga yaitu di Aceh Tamiang, di Guar Kepah Sumatera Utara, dan di Kawal Darat Bintan.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: