Setelah sebulan susun rencana, akhirnya liburan pemilu kemaren berangkat juga ke Pangandaran. Tapi walaupun liburan pemilu, aku tetap ikut partisipasi dalam hajat besar negeri ini lho! Jadi berangkat sore harinya.
Untuk sampai ke Pangandaran bisa ditempuh dengan menggunakan bis selama kurang lebih 8 jam perjalanan. Bis-bis yang kearah Pangandaran bisa banyak ditemukan di Terminal Pulogadung dengan harga tiket yang lumayan terjangkau.
Jalanan menuju Pangandaran masih bernuansa pedesaan, dengan disapa hangatnya sinar mentari, pagi itu begitu berbeda dengan suasana di Jakarta. Udara masih sejuk., pohon-pohon masih rindang, serta hijaunya sawah masih terbentang luas. Hhhmm…segarnya..

Pangandaran, We were here..
Wisata Bahari
Jum’at paginya sampai Pangandaran langsung menghubungi teman yang udah ada disana untuk cek in di penginapan. Dan..sesuai rencana yang telah disusun, hari pertama adalah keliling Cagar Alam Pananjung. Setelah makan pagi langsung ke Pantai yang letaknya cuma 50 meter dari penginapan. Dengan menyewa perahu motor, kami bersepeuluh mengelilingi semenanjung yang hanya dikhususkan Sebagai Cagar Alam itu. Banyak Objek-objek menarik di sekitar kawasan semenanjung ini. Mulai dari Batu-batu karang yang bentuknya unik ada yang mirip kodok dan ada yang mirip orang lagi mancing, Goa kelelawar, dan Air terjung dimana airnya itu langsung jatuh bebas ke laut. Semuanya di pinggir laut.

Selesai berwisata bahari, kami langsung di drop di pantai pasir putih untuk snorkling. Dengan menyewa peralatan snorkling dengan harga sekitar 10ribu kita bisa puas bersnorkling ria melihat terumbu karang yang masih banyak dihuni berbagai macam ikan.
Sore harinya, perjalanan dilanjutkan dengan mengexplorasi Cagar Alam melalui darat. Tips kali ini, harus kuat jalan kaki. Di dalam cagar alam ini masih banyak terdapat kera-kera jinak yang masih bisa kita temui baik di pintu gerbang ataupun di dalam cagar alam. Tidak hanya kera, Rusa Jawa yang biasanya di sore hari turun dari bukit juga bisa dijumpai disini.

Di kawasan cagar alam ini terdapat beberapa goa alami yang bisa dikunjungi, dan ada satu goa buatan manusia, Goa Jepang. Di Goa yang mempunyai beberapa pintu masuk ini suasananya Gelap dan Lembap, jadi untuk masuk Goa Jepang harus menggunakan senter.
Pangandaran di malam hari
Ternyata suasana malam di Pangandaran lebih ramai daripada di siang hari, kalo di siang hari jarang ditemui kafe dan kios yang buka, tapi jika malam tiba suasana akan jauh berbeda. Banyak wisatawan yang menghabiskan malam di Kafe, kios souvenir dan jalan-jalan sedangkan siang harinya mereka lebih tertarik untuk menghabiskan waktu di pantai ataupun berwisata bahari.





Yanuar Fakhri said
waaah….asiiknya. patut di coba aah nanti….thx postingannya pak
vini said
Ternyata kakek darto kalo di aer mengapung yaa,.
makanya digemukin dong ,. he he he he
*kaburrr*
iman said
ih cagar alam,,,iman ju ga pernah ke cagar alam,bagus banyak binatang,monyet kijang,dan goa goa,,,,…….????