Tangkuban Parahu, gunung yang terletak di deaerah Lembang Bandung ini mempunyai pesonanya tersendiri. Kawah Ratu, kawah utama pada gunung ini berada diketinggian 1830m.
Perjalanan ke Tangkuban Parahu dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 4 jam dari Jakarta dengan menggunakan bus. Berangkat dari kampus jam 6.15 pagi sampai di lokasi jam 11.00 siang. Selama perjalanan melewati tol Cipularang kebanyakan jalurnya diapit oleh gunung-gunung.

Perkebunan Teh
Keluar dari tol akan terlihat suasana pedesaan di daerah Karawang, perkebunan karet dengan pepohonan karet yang dengan kompaknya miring ke satu arah yang sama (kenapa ya pepohonan itu miring ke arah yang sama?), perkebunan teh akan tampak di sekitar daerah Subang yang terkenal dengan Nanas-nya. Suasana sejuk pun kian terasa sewaktu kabut mulai menyelimuti perkebunan teh yang hijau dan tak bosan-bosannya untuk dipandang.
Loket pintu masuk taman wisata gunung Tangkuban Parahu nggak jauh dari jalan raya, dari loket masih harus naik kira-kira 4 kilometer untuk sampai di Lokasi parkir bus. Dari tempat parkir pun masih harus naik kira-kira 1.5 km menggunakan mobil angkutan wisata yang ada disana, kalau yang ini gratis lho..!!
Kawah Tangkuban Parahu
Di kawah utama, Kepulan asap dari Kawah Ratu masih bisa terlihat dan aroma dari belerang pun masih bisa terasa. Dengan udara sejuk pegunungan dan air yang sangat dingin cocok sekali untuk melepas lelah setelah perjalanan, dan mengambil foto dengan latar belakang kawah.
hop..tahannn...!!
Nggak hanya pemandangan kawah yang dapat dinikmati di Tangkuban Parahu, disini dapat ditemui juga kios-kios souvenir khas Tangkuban Parahu, mulai dari kerajinan tangan yang terbuat dari kayu, kaos, ukiran tangan dan masih banyak lagi bahkan ada yang menjual belerang dari kawah gunung.
Handycraft akar
Pernak-pernik souvenir





linus fans said
salam kenal, mampir ke blog Linus Airways ya….
jangan lupa tinggalkan komentar dan masukannya buat Linus.
Terima kasih. Sukses selalu untuk Anda.
Dlam waktu dekat ini, Linus akan terbang dari Bandung ke Palembang dan Batam.
————————————————————————————————————–
joanne said
Blum pernah ke sana..heheh
btw, wah2 kok berani tuh lompat pagar?
awaasss… jatuh hahahah
————————————————————————————————————–
aNGga Labyrinthâ„¢ said
Pohon yang condong kearah yang sama itu karena mereka berebut cahaya matahari bang.
Mereka ingin tumbuh lurus keatas, tapi sudah terhalang oleh pohon di kanannya, begitu juga pohon disebelahnya, dst.
Sayang nya di tangkuban perahu ngak ada tempat semacam lapangan terbuka atau bale2 untuk mengadakan acara gitu, jadi susah deh klo anak lab mo ngadain acara di sana.
————————————————————————————————————–
agunk agriza said
wah .. ak pernah loh turun ke bawah kawahnya
————————————————————————————————————–
RCO said
Aku blum pernah kemana-mana. Kapan Ya?
————————————————————————————————————–
vini said
Turun ke kawahnya gak kek ??
————————————————————————————————–
ocean said
Hi Friend.. Interesting post.. Nice cool blog.. Keep up the good work.. Do visit my blog and post your comments.. Take care mate.. Cheers!!!
—————————————————————————————–
aNGga Labyrinthâ„¢ said
Bang link angga klo boleh di update dong jadi http://www.Incredibleangga.com
sawali tuhusetya said
selain jadi legenda, tangkuban prahu memang menjanjikan pemandangan dan panorama alam yang indah dan eksotis. sayangnya lokasinya jauh dari pusat kota dg medan yang sedikit berat. pernah kami serombongan mengurungkan niat sampai ke tangkuban prahu akibat hambatan hujan yang begitu deras.
ridhoyp said
Whow.. asik banget tuh!! ga ngajak2 lagi.. dasar bang dharto pelit!! btw koq ga ada oleh2 nya sih bang..
yang peling seger pas di kebun teh tuh.. ijo ijo.. asal jangan ijo ijo produksi sendiri aja kalo lagi pilek **kaboor…
gunsanadi said
wah, nice blog…
salam kenal.
ferry said
hueuheheheheh…gue juga pernah ke tangkuban perahu!!!
deni said
bang…. kok ngga ada oleh2nya