Untuk pertama kalinya pemilihan kepala daerah Kota Tangerang diselenggarakan. Ada 3 calon walikota beserta wakilnya pada pilkada pertama ini.
- Wahidin Halim dan Arif Wismansyah yang di usung oleh koalisi 12 partai diantarnya Golkar dan PDIP.
- M. Bonnie Mufidjar dan Diedy Farid Wadji yang di usung oleh PKS.
- Ismet Sadeli dan Mahmud Abdullah dari calon independen.
“Calon Walikota & Wakil Walikota Tangerang 2008″
Tepatnya Ahad, 26 Oktober 2008, pagi itu pengumuman bahwa akan diselenggarakan pilkada sudah di lantangkan dari pengeras suara yang ada di masjid-masjid sekitar rumah di Karang Tengah.
Karena ada acara siang harinya, kira-kira pukul 7.30 pagi aku sudah ada di tempat pemungutan suara untuk ikut berpartisipasi menunaikan hak sebagai warga kota Tangerang *cieee..*. Untungnya masih pagi, jadi ku pikir nggak akan begitu ramai. Karena pengalaman pada pemilu tahun 2004 lalu banyak sekali yang ngantri pada pagi hari.
Sebelum hari H memang undangan dan kartu pemilih sudah sampai dirumah, jadi aku nggak ragu lagi untuk datang ke TPS 15. Soalnya waktu pilkada Gubernur Banten tahun 2007 lalu aku nggak ikut memilih, karena undangan dan kartu pemilih nggak sampai rumah (mungkin waktu itu keluargaku nggak terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap) *gimana ni Pak Lurah…??*. Berdasarkan data dari website resmi Pemerintah Provinsi Banten, data pemilih tetap Pilkada Kota Tangerang mencapai 972.702 orang.

“Kartu Pemilih”
Kecewa juga sih waktu itu karena nggak bisa ikut pilkada Gubernur Banten, rasanya ada yang nggak kesampaian untuk menyampaikan aspirasi lewat pemimpin daerah.
Memang, dari pertama kali aku ikut pemilu, tahun 2004 lalu tepatnya, waktu itu masih kelas 3 SMA *masih imut-imutnya
* seneng banget waktu itu bisa ikut pemilu karena masih SMA dan Alhamdulillah sampai sekarang belum pindah ke lain pilihan
*promo..*.
Tahun 2009 nanti juga akan ada pemilu Legislatif dan pemilu Presiden, semoga saja aku bisa ikut lagi dalam acara pesta demokrasi ini dan semoga kecurangan-kecurangan yang terjadi tiap kali putaran pemilu dapat diminimalisir.

“Suasana TPS 15 Karang Tengah”
Siapapun yang menang semoga dapat menjadikan Kota Tangerang lebih baik lagi kedepannya, karena mengandalkan pemerintah saja nggak cukup untuk memperbaiki bangsa ini. Harus ada kemauan dari diri kita untuk bisa berbuat baik dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan kepada lingkungan sekitar kita, lingkungan yang baik akan membentuk suatu masyarakat yang baik dan akhirnya masyarakat yang baik akan membentuk suatu bangsa yang baik.





gunsanadi said
ciyah….
pemuda peduli pemerintahan dan masyarakat nieh……
bagus to!! Jaman sekarang udah jarang pemuda yang peduli ama hal ginian [baca: lingkungan sosial kebanyakan pemuda kita udah diracunin ama lagu2 cengeng
———————————————————————————————–
vini said
\ (^_^) /
seno said
Setuju, siapapun pemimpinnya yang penting kita tidak merepotkan pemimpin. I need your comment in the link below http://seno008.blogspot.com/2008/10/saya-butuh-komentar-anda.html
———————————————————————————————
NanTo said
jadi lo pilih yg mana??pilih yang “Birokrasi-Pengusaha” atau si “Niji” ??hahaha..gw sampe hapal saking seringnya liat spanduk2 di kreo.
——————————————————————————————
seno said
To, ada PR nih, http://seno008.blogspot.com/2008/11/expectations-behind-my-name.html kalo sempet mohon dikerjain yah…salam
———————————————————————————————
gunsanadi said
kayak yang seperti dilirik lagu GIE:
“aku orang malang yang membicarakan terang,
aku orang tenang yang menentang kemenangan oleh pedang”