Setiap Hari Raya Idul Fitri pasti nggak afdhol rasanya kalau nggak ada makanan yang satu ini, “Ketupat”. Ya, Kenapa Idul Fitri atau Lebaran bagi orang Indonesia selalu identik dengan ketupat?
Mungkin makna yang melekat pada ketupatlah yang membuat penganan berbahan dasar beras dan janur ini menjadi hidangan wajib saat Lebaran. Apa saja makna ketupat hingga setiap Lebaran selalu tersaji makanan ini?
1. Ketupat terbuat dari beras yang di bungkus janur
Beras ternyata merupakan simbol dari nafsu dunia, sedangkan janur merupakan kependekan dari “jatining nur” atau bisa diartikan hati nurani. Jadi ketupat itu simbol dari nafsu dunia yang bisa ditutupi oleh hati nurani. Pesannya kurang lebih setiap manusia itu punya hawa nafsu, tetapi nafsu itu bisa dikendalikan atau dikekang oleh hati nurani.
Bentuk persegi ketupat juga diartikan masyarakat Jawa sebagai perwujudan kiblat papat limo pancer. Ada yang memaknai kiblat papat limo pancer ini sebagai keseimbangan alam: 4 arah mata angin utama, yaitu timur, selatan, barat, dan utara. Akan tetapi semua arah ini bertumpu pada satu pusat (kiblat). Bila salah satunya hilang, keseimbangan alam akan hilang. Begitu pula hendaknya manusia, dalam kehidupannya, ke arah manapun dia pergi, hendaknya jangan pernah melupakan pancer (tujuan): Tuhan yang Maha Esa. Read the rest of this entry »




