Archive for October, 2008

Pemilihan Kepala Daerah Kota Tangerang

Untuk pertama kalinya pemilihan kepala daerah Kota Tangerang diselenggarakan. Ada 3 calon walikota beserta wakilnya pada pilkada pertama ini.

  1. Wahidin Halim dan Arif Wismansyah yang di usung oleh koalisi 12 partai diantarnya Golkar dan PDIP.
  2. M. Bonnie Mufidjar dan Diedy Farid Wadji yang di usung oleh PKS.
  3. Ismet Sadeli dan Mahmud Abdullah dari calon independen.

“Calon Walikota & Wakil Walikota Tangerang 2008″

Tepatnya Ahad, 26 Oktober 2008, pagi itu pengumuman bahwa akan diselenggarakan pilkada sudah di lantangkan dari pengeras suara yang ada di masjid-masjid sekitar rumah di Karang Tengah.

Read the rest of this entry »

Comments (6)

Setelah 18 Tahun

Hari itu Lebaran pertama, sampai rumah setelah selesai Sholat Ied langsung keliling sekitar rumah untuk bermaaf-maafan dengan tetangga. Kebiasaan itu kami lakukan setiap tahun dan biasanya selesai sebelum adzan dzuhur. Setelah itu kami menghabiskan waktu dirumah.

Siang itu setelah dzuhur, ibu bilang padaku “yuk ke Batu Ceper, Tangerang!”. “Ngapain bu?” jawabku ringan, dan ibu pun menimpalinya dengan santai “Ke rumah Bu Haji tempat kita dulu tinggal”. Ya memang, dulu orang tuaku pernah menyewa sebuah rumah petak di daerah Batu Ceper, Tangerang tahun 1984 milik orang asli setempat yang kami sebut Pak Haji dan Bu Haji. Read the rest of this entry »

Comments (2)

Ketupat, Lebaran dan Opor Ayam

Setiap Hari Raya Idul Fitri pasti nggak afdhol rasanya kalau nggak ada makanan yang satu ini, “Ketupat”. Ya, Kenapa Idul Fitri atau Lebaran bagi orang Indonesia selalu identik dengan ketupat?

Mungkin makna yang melekat pada ketupatlah yang membuat penganan berbahan dasar beras dan janur ini menjadi hidangan wajib saat Lebaran. Apa saja makna ketupat hingga setiap Lebaran selalu tersaji makanan ini?

1. Ketupat terbuat dari beras yang di bungkus janur

Beras ternyata merupakan simbol dari nafsu dunia, sedangkan janur merupakan kependekan dari “jatining nur” atau bisa diartikan hati nurani. Jadi ketupat itu simbol dari nafsu dunia yang bisa ditutupi oleh hati nurani. Pesannya kurang lebih setiap manusia itu punya hawa nafsu, tetapi nafsu itu bisa dikendalikan atau dikekang oleh hati nurani.

Bentuk persegi ketupat juga diartikan masyarakat Jawa sebagai perwujudan kiblat papat limo pancer. Ada yang memaknai kiblat papat limo pancer ini sebagai keseimbangan alam: 4 arah mata angin utama, yaitu timur, selatan, barat, dan utara. Akan tetapi semua arah ini bertumpu pada satu pusat (kiblat). Bila salah satunya hilang, keseimbangan alam akan hilang. Begitu pula hendaknya manusia, dalam kehidupannya, ke arah manapun dia pergi, hendaknya jangan pernah melupakan pancer (tujuan): Tuhan yang Maha Esa. Read the rest of this entry »

Comments (13)