Archive for May, 2008

Wisata Bahari, Pulau Bidadari..!! (bag II)

Sampai di Pulau Bidadari ada petugas yang menyambut terus mengantar ke lobi penerimaan tamu. Di lobi ini sudah ada penjaga yang siap membantu kita untuk mengetahui seluk beluk Pulau ini. Tiket masuk Pulau Bidadari Rp 25.000 untuk tiap orangnya. Disini di jelaskan semua mengenai Pulau, sampai peta pulau pun dikasih (panduan supaya nggak nyasar ya..)

“Peta Pulau Bidadari”

Suasana Pulau ini terasa sejuk dan indah pemandangannya karena gedung-gedung tinggi di Jakarta masih bisa kelihatan dari sini. Pantainya pun bening dan tak sekeruh pantai-pantai di Jakarta, walaupun nggak memungkinkan untuk snorkling. Read the rest of this entry »

Comments (2)

Wisata Bahari, Pulau Bidadari..!! (bag I)

Berangkat dari kampus sekitar jam 9 sampai di Tanjung Pasir jam 10. Setelah membayar tiket masuk Tanjung Pasir seharga Rp 2.500/orang kami memarkirkan motor. “Berapa pak?” tanyaku, “Tiga ribu” jawab si bapak sambil mencatat plat nomor motorku dan memberikan karcis parkir. Setelah memarkirkan motor, kami sempat bingung pulau mana yang akan kami tuju, ada 3 pilihan pulau yang di tawarkan nelayan yang menghampiri kami. “Pulaunya apa aja bang?” tanyaku dan si abang tukang perahu menjelaskan dengan detail.

  • Ada Pulau Untung Jawa, biasanya orang-orang kesitu.
  • Terus disebelahnya ada Pulau Rambut, tapi untuk masuk harus ada ijin dulu dari Pemerintah Kota Jakarta, karena pulau ini adalah cagar alam yang ditetapkan Pemerintah Kota Jakarta.
  • satu lagi pulau Bidadari, pulau ini memang tujuan wisata tapi lokasinya agak jauh sehingga biaya untuk menyebrang kesanapun lumayan.

Read the rest of this entry »

Comments (10)

Fool thing I’ve done, I left my brother!

Senin, 26 Mei ‘08 pagi waktu mau berangkat ke kampus…

Dari rumah aku berangkat berdua sama adikku, karena dia mau pakai motor untuk pergi ke perpustakaan daerah di Gandaria. Ya, mungkin karena ongkos angkutan kota naik jadinya dia memilih untuk menggunakan motor.

Belum jauh dari rumah ban terasa kempes dan akhirnya kami berhenti di di bengkel untuk mengisi angin. Yang ada di bengkel itu hanya 2 orang anak kecil, jadi salah satu dari mereka yang mengisikan angin. Karena agak ragu aku mengecek tekanan bannya, karena kelihatannya si anak itu tidak mengerti tekanan ban.

Akhirnya selesai juga mengisi anginnya. Aku mulai mengayuh pedal untuk menyalakan motor dan motor pun menyala terasa ada yang naik di belakang motor, yang dalam pikirku artinya adikku sudah naik. Motor pun melaju melewati jalanan yang pagi itu masih sepi, hanya terlihat beberapa orang naik motor yang mungkin akan berangkat kerja, anak-anak kecil ada yang berjalan kaki ada juga yang naik sepeda menuju ke sekolah. Sampai di pertigaan depan Polsek Ciledug, motor kubelokkan ke arah kiri, menuju arah kampus. Motor pun terus melaju di tengah ramainya hiruk pikuk kendaraan bermotor.

Read the rest of this entry »

Comments (9)